Awas Bahaya Gelombang Tinggi di Laut Selatan Jawa Barat

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Kondisi cuaca angin kencang disertai suhu dingin masih terus berlangsung di Kabupaten Cianjur. Suhu terendah saat ini tercatat berkisar 17,1-18,2 derajat celcius dan potensi hujan ringan disertai angin kencang pun diprediksi akan terus berlangsung. Berdasarkan faktor regional dari kondisi kelembaban yang cenderung basah (lebih dari 60%) pada ketinggian kurang lebih tiga kilometer di atas permukaan laut berpotensi untuk pembentukan awan awan hujan.

Namun saat ini ada perubahan kondisi cuaca berupa siklon tropis “ANA” di Samudera Pasifik bagian barat dan info terkini terbentuk siklon tropis “LUCAS” dan “BINA” di Samudera pasifik bagian barat dan ada daerah tekanan udara rendah di sebelah utara Australia Barat sehingga kondisi angin dalam beberapa hari kedepan di sekitar wilayah Jawa Barat masih relatif kencang berkisar antara 27-45 kilometer per jam.

“Cuaca dingin dan angin kencang masih berlangsung, selain itu juga secara umum kondisinya berawan dan dapat berpotensi hujan ringan,” ujar Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung, Teguh Rahayu.

Lanjutnya, dari pantauan alat Anemometer, kecepatan angin tercatat sebesar 40,7 kilometer per jam dengan kelembaban suhu menjadikan beberapa wilayah di Jawa Barat termasuk Kabupaten Cianjur terasa dingin. Bukan hanya itu, ternyata hembusan angin relatif kencang tersebut menyebabkan prakiraan tingginya gelombang laut di Selatan Jawa Barat hingga tanggal 7 Februari 2021.

Gelombang tinggi tersebut berkisar antara 2,5-4,0 meter. Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat khususnya yang ada di pesisir pantai Selatan untuk menunda segala kegiatan khsususnya nelalyan agar tidak melaut.

“Bagi nelayan agar menunda terlebih dahulu saat akan melaut, karena kategorinya ini gelombang tinggi, selain itu juga bagi wisatawan di pesisi Selatan Jawa Barat tetap memperhatikan kondisi cuaca dan juga keluarga. Tidak lupa juga memperhatikan protokol kesehatan,” imbaunya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, M Irfan Sofyan mengatakan, menghadapi gelombang air laut di Cianjur Selatan dalam kurun waktu kurang lebih lima hari kedepan, pihaknya sudah mempersiapkan antisipasi.

“Kalau untuk pemantauan, kita sudah ada Relawan Tangguh Bencana (Retana) yang siap setiap saat. Antisipasi tentunya kita lakukan jika sewaktu-waktu terdapat kejadian,” tuturnya.

Pihaknya pun tak lupa agar mengingatkan masyarakat pesisir Pantai Selatan Cianjur agar mengurangi aktifitas di sekitar pantai guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dikurangi terlebih dahulu aktifitas di sekitaran pantai, bagi nelayan yang mau melaut juga agar tidak memaksakan di saat kondisi seperti ini,” tutupnya. (kim)