Kasus Makin Tinggi, 95 Persen Kendaraan Masuk Cianjur Tak Bawa Surat Bebas Covid-19

CHECK POINT: Plt Bupati bersama Forkopimda Cianjur tengah melakukan peninjauan check point di perbatasan Cianjur-Bogor, Rabu (3/02/2021). Foto: Dokumentasi For Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Cianjur sangat berkomitmen bahwa, kendaraan yang memasuki wilayah Kabupaten Cianjur ini wajib memiliki dan membawa surat keterangan bebas Covid-19. Hal itu dilakukan demi menekan angka peredaran serta penyebaran Covid-19 di wilayah kota Tauco ini.

Plt Bupati Cianjur, H. Herman Suherman menyebut bahwa, rata-rata kendaraan yang memasuki wilayah Cianjur itu sekitar 95 persen tidak mempunyai dan membawa surat keterangan bebas Covid-19.

“Tadi rata-rata saat di check point Puncak Cianjur, tentunya tidak membawa surat keterangan dan mereka tidak mau di cek disini, sehingga mereka pada pulang lagi. Alhasil hanya lima persen saja yang memiliki surat keterangan bebas Covid-19 dan sisanya tidak punya. Sehingga kami pulangkan lagi,” bebernya, dalam rilis yang disampaikan Humas Pemkab Cianjur kepada radarcianjur.com, Rabu (3/02/2021).

Selain itu, Herman mengatakan, karena di Cianjur itu angka yang terjangkit Covid-19 semakin tinggi, sehingga keluar masuk di perbatasan harus dijaga ketat dengan sistem acak.

“Kita tidak akan berhenti melakukan check point ini karena Covid-19 di Cianjur masih tinggi,” ujarnya.

Herman menuturkan, untuk pemberlakuan check point sendiri, petugas yang berjaga diantaranya di wilayah Haurwangi (perbatasan Cianjur-Bandung), kemudian di Gekbrong (perbatasan Cianjur-Sukabumi) dan tentunya di Seger Alam (perbatasan Cianjur-Bogor).

“Kita berlakukan sistem secara acak. Artinya dilakukan pagi, sore, dan malam. Yang penting saya dengan Forkopimda masuk harus punya surat keterangan bebas Covid-19,” pungkasnya. (dan)