Ratusan Mantan TKW Timteng di Cipanas Perlu Perhatian Pemerintah

Depan gang Kampung Landbow Desa Cipanas, kecamatan Cipanas yang menjadi salah satu daerah terbanyak eks TKW Timteng. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Anggota DPRD kabupaten Cianjur Fraksi Gerindra, Prasetyo Harsanto menilai, pemerintah perlu memikirkan skema bantuan khusus untuk para mantan (eks) pekerja migran atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang baru kembali ke Indonesia.

Menurutnya, hal ini penting untuk membantu kelangsungan hidup mereka pasca tidak lagi kembali bekerja ke luar negeri, secara finansial.

“Dorongan dari DPRD kepada pemerintah daerah khususnya, terus dilakukan. Meskipun realisasi selama ini belum ada sama sekali perhatian tersebut,” kata ketua Fraksi Gerindra Cianjur, Prasetyo kepada radarcianjur.com, di Cipanas belum lama ini.

Dia menegaskan, bahwa memang harus ada perhatian terhadap para mantan penyumbang devisa negara itu dari pemerintah. Termasuk oleh pemerintah kabupaten Cianjur, untuk bisa memberikan salah satu upaya yang realistis agar mereka tidak kembali bekerja ke luar Indonesia lagi.

“Saya juga baru tahu bahwa di wilayah Cipanas, khususnya di Kampung Landbow ternyata banyak eks TKW dari timur tengah dan sekarang mereka sudah kembali ke Indonesia,” ucapnya.

“Saya di sini nanti akan mendorong ke pemerintah, dalam hal ini kaitanya dengan Dinas Sosial, dan Diskoperindag Cianjur agar bisa memberikan perhatiannya. Baik itu berupa keterampilan untuk pemberdayaan maupun hal yang bisa membantu ekonomi keluarga mereka pasca pulang ke Indonesia,” tandasnya.

Ketua RT 03 RW 08 Kampung Landbow Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Cianjur Yudi mengungkapkan, bahwa memang di kampung dirinya menetap hampir sebagian besar perempuan dari kartu keluarga (KK) yang ada, pernah bekerja sebagai TKW ke timur tengah.

“Iya pak, kebanyakan dari perempuan dari KK yang ada bekerja ke luar negeri khususnya Timteng. Namun sebagian sekarang telah kembali pulang kampung. Tapi justru keadaan mereka (mantan TKW) itu kini, perlu perhatian dari pemerintah. Apalagi mereka itu sebagai salah satu penyumbang terbesar devisa negara,” tuturnya kepada radarcianjur.com.

Dirinya menyebut, bahwa di Kampung Lanbau ini, hampir 200 jiwa pernah menjadi pahlawan devisa negara. Sebagian besar adalah perempuan, dan sisanya laki-laki.

“Kalau disini yang pernah bekerja di sana itu ada yang hingga puluhan tahun, ada juga yang hanya beberapa tahun,” ujarnya.

Ia berharap, selaku RT setempat, perhatian dari pemerintah maupun dinas terkait bisa diupayakan dan terealisasi maksimal. Sehingga tak ada lagi perempuan-perempuan yang terpaksa mencari uang di luar negaranya sendiri.

“Kalau sekarang iya Alhamdulillah gak terlalu banyak yang bekerja ke sana. Karena mungkin tadinya bisa diperhatikan pemerintah. Tapi mudah-mudahan kedepannya, para pahlawan devisa ini bisa ada perhatian untuk tetap mengembangkan kemampuan dan membantu tulang punggung keluarga,” pungkasnya.

(dan)