Polda Jabar Sebut Ganjil Genap Akan Diterapkan di Daerah Lain, Cianjur Siap?

Kabid Humas Polda Jabar, Kombespol Erdi

RADARCIANJUR.com – Polda Jawa Barat sudah menginstruksikan semua polres agar turut membantu dalam memutus mata rantai Covid-19. Bukan hanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saja, akan tetapi mengenai pembatasan masyarakat luar daerah yang datang ke kabupaten atau kota yang ada di Jawa Barat pun turut dibatasi.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombespol Erdi mengatakan, masyarakat yang melakukan liburan akan lebih diperketat pemeriksaannya terlebih harus memiliki surat pemeriksaan hasil antigen.

“Seperti kita lihat, di perbatasan Puncak sudah dilakukan Polres Cianjur selama 24 jam. Bagi masyarakat yang akan ke Cianjur harus menunjukan surat antigen, jika tidak maka akan dikembalikan atau diputar balik,” ujarnya.

Selain itu, mengenai diberlakukannya ganjil genap, saat ini masih dalam tahap uji coba. Jika memungkinkan dan berhasil menurunkan angkat penyebaran, kemungkinan akan diterapkan.

“Dengan adanya ganjil genap akan mengurangi mobilitas, jika itu bermanfaat maka akan diterapkan di daerah lain,” jelasnya.

Di sisi lain, Polda Jawa Barat sudah mengagendakan kepada 22 polres untuk mengecek dan mendata kluster-kluster yakni berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di wilayah masing-masing.

“Khusus di Polres Cianjur, sudah mengalokasikan setiap polsek untuk isolasi mandiri dengan 1.000 tempat isolasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai menambahkan, pihaknya sudah meminta kepada setiap polsek untuk menyiapkan tempat isolasi.

“Kita juga sudah menemui pihak Apdesi Kabupaten Cianjur dan menyetujui adanya penyediaan ruang isolasi,” terangnya.

Saat ini, terdapat kurang lebih 754 ruang isolasi dan kemungkinan bertambah hingga 1.000 lebih tempat isolasi. Di sisi lain, mengenai adanya tempat makan maupun cafe yang masih buka di luar ketentuan yang sudah ditetapkan, pihaknya akan menindak tegas dengan laporan ketidak patuhan terhadap aturan pemerintah.

“Sudah disampaikan kepada Ketua Satgas Covid-19 mengenai cafe dan warung-warung dari jam yang sudah ditentukan. Jika peringatan dan surat yang sudah disampaikan masih buka di luar ketentuan yakni jam 20.00 WIB, kita akan tindak tegas,” jelasnya. (kim)