Kisruh Kudeta Parpol, DPC Partai Demokrat Cianjur Masih Setia Kepada AHY

RADARCIANJUR.com – Ramainya pengalihan kekuasaan atau kudeta di kubu partai politik (parpol) Demokrat yang sempat melibatkan Kepala Staf Presiden, Moeldoko sempat disesalkan berbagai kader Partai Demokrat, termasuk DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur.

Ketua DPC Demokrat Kabupaten Cianjur, Yadi Mulyadi mengatakan, pihaknya menentang dan menyesalkan kabar tersebut. Ia menyebut, seluruh kader menyatakan setia pada Ahmad Harimurti Yudoyono (AHY).

“DPC Kabupaten Cianjur menyesalkan dan menentangkan tindakan inkontitusional dan dengan seluruh kader tetap loyal kepada ketum AHY,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Meskipun demikian, lanjutnya, hingga kini tidak ada pembahasan langsung dari DPP kepada DPC Partai Demokrat terkait isu pengalihan kekuasaan atau kudeta tersebut.

“Kalau DPP langsung ke DPC tidak ada, tapi kami antar DPC se-Jawa Barat dan semua kader DPD sepakat setia untuk menjaga marwah partai Demokrat,” terangnya.

Menyikapi kabar tersebut, pihaknya berharap situasi demokrasi di Indonesia berjalan lancar tanpa ada hal-hal yang mengganggu.

“Harapan kedepanya kami berharap situasi demokrasi di Indonesia berjalan lancar tidak ada hal-hal yang mengganggu demokrasi kita,” harapnya.

Isu kudeta kepemimpinan Partai Demokrat menghebohkan jagad politik Tanah Air. Apalagi itu diungkapkan langsung sang Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melalui konferensi pers.

Dalam jumpa pers di Taman Politik, Wisma Proklamasi DPP Demokrat, Senin 1 Februari 2021 siang, AHY mengungkapkan gabungan pelaku gerakan upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat itu terdiri dari lima orang.

Lima orang itu, kata AHY, seorang kader aktif, seorang kader yang selama enam tahun ini tidak aktif, seorang mantan kader yang sudah sembilan tahun diberhentikan tidak hormat lantaran menjalani hukuman korupsi. Kemudian, seorang kader yang keluar tiga tahun lalu, serta seorang non-kader yang pejabat tinggi pemerintahan.

Prahara Partai Demokrat itu bukanlah yang pertama kali. Jauh sebelumnya, hubungan antara Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dengan ayahanda AHY, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu menjadi Presiden RI sekaligus ketua dewan pembina partai berlambang mercy itu pernah memanas. (kim)