Lama Tinggal di Bekas Pos Pemakaman, Akhirnya Rosidi Dibangungkan Rumah

GOTONG ROYONG: Bhabinkamtibmas Desa Pakuwon bersama warga setempat bahu-membahu membangun rumah bagi Rosidi dan putra bungsunya yang bertahun-tahun tinggal di bekas pos pemakaman. Foto: Dokumentasi for Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Setelah viralnya kisah Rosidi dan anaknya, Ilham (12), yang tinggal di bekas pos pemakaman di Kampung Kingkung, Desa Pakuwon Kecamatan Sukaresmi, kini keduanya bisa memiliki rumah yang layak huni.

Itu setelah pemerintah desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat dengan dibantu para donatur, akhirnya turun tangan dengan membangunkan rumah layak huni tak jauh dari lokasi sebelumnya, yakni di Kampung Legok RT 02 RW 07, Desa Pakuwon.

Bhabinkamtibmas Desa Pakuwon, Bripka Aris mengatakan, rencana pembangunan rumah Rosidi dan anaknya diperkirakan bisa selesai hingga tiga minggu ke depan dan sumber dana para donatur serta sebagian dari pemerintah desa.

BACA JUGA : Bapak dan Anak Ini Tinggal di Bekas Pos Pemakaman

“Kami bersama semua elemen, sekarang sudah mulai pembangunan rumah pak Rosidi sejak beberapa hari kemarin,” tutur Aris kepada Radar Cianjur, Senin (8/2).

Sembari menunggu pembangunan tuntas, untuk sementara, Rosidi dan Ilham tinggal di sebuah kontrakan Kampung Leuweung Datar, Desa Pakuwon.

“Jadi sejak Kamis malam (pekan kemarin) itu, pak Rosidi dan Ilham sudah direlokasi. Supaya pada saat kami membangun tempat tinggal yang tetap, mereka bisa hidup layak dan diperhatikan,” jelasnya.

Untuk diketahui, kisah Rosidi dan Ilham sebelumnya viral di media sosial dan menggerakkan warganet untuk peduli mengumpulkan donasi. Selama ini, keduanya tinggal di bekas pos pemakaman berukuran 4 x 4 yang ditutup ala kadarnya dengan plastik bekas spanduk dan baliho.

Untuk kehidupan sehari-hari, keduanya hanya mengandalkan belas kasihan orang lain. Apalagi, Rosidi saat ini sudah sulit berjalan akibat ditabrak saat berjualan cincau keliling delapan tahun lalu. Sedangkan matanya juga sudah tidak bisa melihat dengan jelas akibat menderita katarak.

Meski sudah ditutup ala kadarnya dengan plastik spanduk dan baliho bekas, tapi tempat itu jauh dari kata layak. Jika hujan, dipastikan mereka sulit tidur lantaran air hujan yang bocor dan masuk. Sementara saat malam tiba, mereka juga selalu kedinginan.(dan)