Siswi Non Muslim di Cianjur Tidak Diwajibkan Pakai Jilbab

ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Polemik penggunaan jilbab bagi siswi non muslim masih menuai kontoversi di dunia pendidikan. Akan tetapi, di Kabupaten Cianjur tidak mewajibkan, hanya menyesuaikan dengan keyakinan masing-masing.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Cianjur, Agam Supriatna mengungkapkan tidak ada masalah apabila ada siswi non muslim menggunakan pakaian muslim.

“Namun, untuk siswi yang non muslim pun sebetulnya dari dulu ada kebebesan tidak harus menggunakan baju muslim setahu saya di Cianjur sudah berjalan,” ujarnya.

Di Kabupaten Cianjur sekolah dengan siswa non muslim terbanyak adalah SMA Negeri 1 Cianjur dan SMA Negeri 2 Cianjur dengan rata-rata 20 sampai 30 siswa nonmuslim.

“Kalau lihat ada peraturan tentang penggunaan seragam, praktek di lapangan pun sebetulnya sudah dilaksanakan,” ungkapnya.

Kepala SMA Negeri 1 Cianjur ini mengatakan, pihaknya pun tidak memberikan keharusan kepada siswa muslim untuk menggunakan pakaian muslim atau mengenakan jilbab bahkan di SMA Negeri 2 Cianjur sekalipun.

“Misalnya dalam kegiatan peminaan rohani wajib untuk siswa. Kalau muslim ya bergabung kalau non muslim kita memanggil pembimbing khusus kadang dari alumni yang non muslim juga,” tuturnya.

Menanggapi isu intoleransi di dunia pendidikan, ia menjelaskan, dalam manajemen berbasis sekolah idealnya sekolah memiliki keleluasaan untuk mengatur segala hal salah satunya penggunaan seragam

“Kalau aturam seragam sudah disampaikan kepada orangtua dengan baik dan dipahami tapi kalau agamanya beda tidak bisa dipaksakan,” jelasnya.

Lanjutnya, masalah pemakaian seragam ini tidak akan terlalu terasa di daerah dengan mayoritas masyarakat beragama muslim.

“Mungkin ini terjadi di wilayah dengan agama campuran. Kalau di Jawq Barat tidak terlalu terasa. Paling di Bali, Flores yang banyak non muslim,” tutupnya. (kim)