Nakes yang Gugur Bakal dapat Bantuan Pemkab Cianjur

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman. dok Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Dua Tenaga kesehatan yang meninggal karena Covid-19, akan mendapat tanda jasa dan bantuan dari Pemerintah Daerah serta Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur. Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman bahwa tenaga kesehatan yang meninggal karena Covid-19 akan mendapatkan bantuan.

“Insya Allah akan kita beri bantuan sesuai dengan pemerintah daerah ada bantuan untuk tenaga kesehatan yang meninggal,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Pusat Informasi Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, hingga kini pihak rumah sakit belum memberikan informasi terkait kronologis lengkap almarhumah bisa tertular.

“Tapi yang jelas almarhumah tidak memiliki komorbid (penyakit penyerta) dan dia memang murni meninggal karena Covid-19,” ungkapnya.

Selain itu, Yusman belum bisa memastikan dari mana DR bisa terpapar Covid-19. Ia menduga penularan terjadi di keluarga almarhumah.

“Karena kalau di rumah sakit sudah sedemikian rupa SOP-nya sehingga tidak mungkin atau sangat kecil kemungkinannya tertular dari pasien,” kata dia.

Selain itu, Yusman menambahkan, Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur berkewajiban memberikan santunan kepada tenaga kesehatan meninggal.

“Karena kita juga sama berkewajiban itu nanti akan ada santunan untuk tenaga kesehatan yang meninggal tapi nominalnya belum bisa disebutkan yang jelas ada,” jelasnya.

Hingga saat ini sudah dua tenaga kesehatan yang meninggal dikarenakan Covid-19 yaitu perawat di Puskesmas Cikondang dan Kepala Ruang Isolasi RSUD Sayang Cianjur, DR.

“Tenaga kesehatan saya rasa untuk SOP sterilitas terhadap unsur utama terhadap pencegahan agar tidak tertular itu sudah sedemikian rupa hanya perlu memang ditaati dan mungkin diawasi lagi di rumah sakitnya sehingga menjamin kelangsungan dari karyawan yang memang ditugaskan di ruang isolasi,” tuturnya.

Ia berharap pihak rumah sakit bersama para karyawannya bisa saling mengingatkan tentang potensi penularan Covid-19.

“Harapannya memang ke depan pimpinan Rumah Sakit bersama-sama dengan karyawan saling mengingatkan tentang potensi atau resiko penularan dari rumah sakit jadi lebih besar dibandingkan di masyarakat,” harapnya. (kim)