Putus Penyebaran Narkoba di Lapas Cianjur, Ratusan HP Dibakar

DIBAKAR: Hasil operasi di lingkungan Lapas Cianjur, ratusan ponsel dimusnahkan bersama Lapas Klas II B Cianjur yang turut disaksikan oleh perwakilan Polres Cianjur, Kejaksaan Negeri Cianjur dan BNNK Cianjur. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Cianjur nampaknya tidak main-main dalam memerangi peredaran narkoba di dalam Lapas. Pasalnya, Lapas melakukan beberapa peningkatan dari segi pengamanan dan juga pemeriksaan yang berkesinambungan.

Seperti membentuk Satuan Operasi Kepatuhan Internal (Satopspatnal) bersamaan dengan janji kinerja dan pemusnahan barang bukti hasil operasi atau razia di dalam kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang turut dihadiri oleh Kabag Ren Polres Cianjur, Kompol Iwan, Petugas BNNK Cianjur dan perwakilan dari Kejaksaan Negeri Cianjur.

Kalapas Klas II B Cianjur, Heri Aris Susila mengatakan, rangkaian pelaksanaan kegiatan tersebut bentuk komitmen Lapas Cianjur dalam memberantas narkoba dan menjadikan zero handphone di dalam Lapas Cianjur serta membuat WBP yang menjalani rehab sosial kembali menjadi pribadi yang lebih baik.

“Lapas Klas II B Cianjur melaksanakan kegiatan yakni janji kinerja dan melakukan pemusnahan barang bukti hasil razia yang sudah kita lakukan,” ujarnya.

Bukti keseriusan tersebut terlihat dari ratusan ponsel berhasil diamankan selama setahun sebelumnya yang dilakukan razia rutin setiap minggu.

“Jumlahnya kurang lebih 100 dari hasil razia Januari-Desember 2020. Dari hasil razia mingguan yang dilakukan dua kali. Itu di luar razia insidentil,” tuturnya.

Barang bukti langsung dihancurkan setiap kali dilaksanakan razia atau operasi. Namun beberapa diantaranya beberapa waktu dijadikan barang bukti untuk pengembangan kasus yang tengah didalami pihak aparat penegak hukum (APH).

Untuk lebih memperketat, pihaknya pun menginstruksikan kepada KPLP dan Kasi Kamtib agar lebih teliti dalam memeriksa barang titipan terhadap WBP. Bukan hanya WBP, petugas Lapas Cianjur pun diwajibkan diperiksa. Ponsel yang dibawa pun harus teregistrasi di Kantor Lapas Cianjur. Jika tidak terindentifikasi atau terdaftar, maka dilarang untuk dibawa ke dalam Lapas.

“Ponsel petugas juga harus teregistrasi di Kantor Lapas Cianjur, jika tidak terdaftar, maka tidak boleh dibawa ke dalam,” jelasnya.

Heri menambahkan, petugas khususnya regu pengamanan untuk tidak membantu atau membawakan barang-barang WBP. Pasalnya disinyalir menjadi hal yang berbahaya, terlebih adanya indiskasi serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyelundupan. (kim)