Ajak Nonton Video Porno, Oknum Guru Ngaji Cabuli Para Muridnya

TAK BERMORAL: Lima murid oknum guru dilecehkan setelah melakukan pengajian. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Guru seharusnya menjadi contoh yang baik bagi muridnya. Namun oknum salah satu guru MI, AW (21) asal Kampung Sipon Rt4 Rw6 Desa Karangwangi Kecamatan Ciranjang tidak mencerminkan seorang guru. Pasalnya, AW melakukan aksi pelecehan terhadap lima muridnya.

Bukan satu kali, bahkan tindakan bejadnya tersebut sudah dilakukan sejak Agustus 2018. Rata-rata, korban berusia 13-14 tahun. Tanpa ada iming-iming apapun, tersangka berdalih agar muridnya patuh terhadap dirinya sebagai seorang guru.

BACA JUGA : Libur Panjang Imlek, Tingkat Hunian Hotel Masih Tetap Sepi

Pelaku bahkan melancarkan aksinya di madrasah selepas mengajar kepada muridnya. Terkadang, dirinya melakukan hal tersebut bertiga.

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai mengatakan, atas laporan dari orangtua korban Satreskrim Polres Cianjur berhasil menangkap pelaku.

“Pada 7 Februari 2021, Polres Cianjur mendapatkan laporan adanya perbuatan cabul yang dilakukan oleh saudara AW. Tanggal 9 Februari 2021 kemudian dilakukan penangkapan atas laporan dari orang tua korban,” ujarnya.

Lanjutnya, sebelum melakukan pelecehan, pelaku mengajak korbannya ke madrasah, kemudian memperlihatkan video porno kepada korbannya.

“Pelaku mengajak korbannya dengan cara mengatakan ayo yuk ngabdi ke guru, kemudian dicabuli oleh tersangka baik itu dipegang kemaluannya, sampai kemudian dicium, sehingga keluarlah kelaki-lakiannya tersangka,” ungkapnya.

Kemungkinan akan bertambah lagi korban dari tersangka. Pasalnya, peristiwa ini dilakukan dari Agustus 2018 sampai sekarang.

BACA JUGA : 5 Kecamatan di Cianjur Zona Merah Covid-19

Akibat perbuatannya, saat ini pelaku diancam dengan pasal 82 ayat 1 dan atau pasal 82 ayat 2 Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 sebagai perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukumannya 15 sampai 20 tahun, denda Rp5 miliar.

Sementara itu, AW mengatakan, dirinya sebelum melakukan pelecehan terhadap para korban. Ia mengajak muridnya untuk menonton video porno yang ada di ponselnya.

“Iya saya ajak nonton dulu, baru saya suruh mengoral kemaluan saya,” tuturnya.

Dirinya tidak melakukan hal lebih selain meminta muridnya untuk melakukan oral dan tidak sampai menyetubuhi korban. (kim)