Kartun Sukamanah Olah Sampah jadi Lukisan Bernilai Tinggi

Karangtaruna Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang mengelola sampah menjadi kerajinan bernilai tinggi. Foto : Radar Cianjur / Bayu Nurmuslim.

RADARCIANJUR.com – Pemuda Karangtaruna Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, melakukan inovasi dalam mengelola sampah rumah tangga khususnya sampah plastik.

Dalam pengolahan sampah tersebut menghasilkan gambar siluet dengan berbagai motif sesuai pesanan.

Ditemui Radar Cianjur, Ketua Karangtaruna Desa Sukamanah, Ipung (26) mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk mengurangi sampah dan mengedukasi kepada masyarakat bahwa sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

“Awalnya sih liat kondisi masyarakat yang sering buang sembarangan. Kami karangtaruna tergerak agar bagaimana mengolah sampah sehingga dapat menjadi barang bernilai seni dan dapat menghasilkan uang, ” katanya Senin (15/02/2020).

Menurut Ipung untuk mendapatkan sampah dirinya dan anggota karangtaruna mengumpulkan sampah dari warga sekitar.

“Tiap seminggu 2 kali sih saya terjunin anggota karang taruna Desa ngambil sampah ke masyarakat,” ucapnya.

Lanjutnya untuk modal awal hanya membutuhkan dana sebesar lima puluh ribu rupiah.

” ntuk modal sih gak besar cuma butuh dana sekitar lima puluh ribu buat beli lem, “terangnya.

Sambungnya dalam proses pengerjaan dapat memakan waktu yang tidak sedikit karena untuk membuat lukisan tersebut di buat sketsa motif dan bahan sampah melalui proses penguntunan.

“Kalau untuk pengerjaannya tergantung ukuran kaya ukuran 40×60 sentimeter membutuhkan waktu 4 hari. Ada juga sampai 1 bulan dengan gambar ukuran 120 cm x 100 sentimeter, “ujarnya.

Hingga saat ini pesanan sudah diterima dari berbagai kalangan.

” Lumayan sih ada aja yang pesan dengan harga jual ratusan sampai jutaan rupiah. Kemarin ada bupati, anggota dewan, kalangan artis juga ada kaya vokalis band rock Man jasad, “tuturnya.

Ketua BPD Desa Sukamanah Indra menambahkan keuntungan yang dihasilkan karang taruna tidak hanya dinikmati anggota karangtaruna dan pemasukan kas saja.

“Jadi untuk keuntungan sebagian kita kasih ke anak yatim sama jompo. Yah untuk sedikit-sedikit bantu-bantu juga, ” ungkapnya.

Indra berharap kepedulian pemerintah untuk lebih memperhatikan kegiatan Karangtaruna Desa Sukamanah.

” Kalau untuk modal sih gak besar bisa kita usaha in. Cuma minta bantuan dari pemerintah atau dinas terkait untuk pemasaran lukisan ini supaya lebih luas lagi, “harapnya. (cr1)