Libur Panjang Imlek, Tingkat Hunian Hotel Masih Tetap Sepi

Ilustrasi Hotel
Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Libur panjang Imlek di Februari 2021 ini, tingkat hunian hotel dan restoran yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur, tak pengaruh. Rata-rata okupansi itu masih mengalami penurunan.

“Berdasarkan laporan yang diterima Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur, tingkat hunian belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan yang baik. Masih dikatakan sepi, apalagi dibandingkan dengan Februari tahun lalu,” kata Ketua PHRI BPC Cianjur, Nano Indrapraja saat dikonfirmasi radarcianjur.com, Senin (15/2/2021).

Nano menegaskan, tingkat hunian yang masih sepi di libur tiga hari pekan kemarin tersebut, terbilang sangat sulit. Bahkan untuk mendapatkan 20 persen saja harus sangat berjibaku dengan regulasi yang ada.

Selain itu, menurut Nano, adanya pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di era new normal ini sangatlah berpengaruh bagi para pengunjung yang akan darmawisata ke kabupaten Cianjur.

“Jadi tingkat hunian tidak lebih dari 20%. Itu pun salah satu hotel yang sudah mendapatkan 20% tersebut sudah terbilang bagus,” kata dia.

Lebih lanjut Nano mengatakan, perkiraan peningkatan di tahun ini untuk selanjutnya tidak akan begitu besar. Bahkan salah satunya untuk recovery masa pandem ini bisa membutuhkan waktu maksimal tiga tahun.

“Saya yakin dan optimis bahwa tiga tahun itu mudah-mudahan kita sudah bisa bangkit dan mulai meningkat lagi,” ucapnya.

Meski begitu, upaya yang telah dilakukan oleh pihaknya, kata Nano, pernah disampaikan dalam salah satu program yang memungkinkan untuk kembali bangkit dari kondisi saat ini khususnya di Cianjur adalah program CHS atau cleanliness healthy environment dan safety.

“Jadi ada program lima tahun yang terhitung sejak 2021-2026 nanti, salah satunya adalah setiap hotel dan restoran harus memiliki sertifikasi khusus, agar menyatakan bahwa pelaku usaha hotel telah siap dengan regulasi pasca pandemi nanti,” tuturnya.

Selain itu, program selanjutnya adalah pemberdayaan sumber daya manusia, serta bisa menciptakan program kerja seperti mengadakan festival, atraksi, dan lain-lainnya.

“Itu salah satu program yang kami ajukan kepada dinas Pariwisata pemuda dan olahraga agar segera direalisasikan di 2021 ini,” ujarnya.

Nano menambahkan, sisi efisiensi terhadap para pelaku usaha hotel pun akan dikedepankan. Dengan tetap berhubungan baik bersama pemerintahan khususnya pemerintahan kabupaten (Pemkab) Cianjur.

“Berkomunikasi yang baik tentu itu salah satu jalan yang baik untuk kita semua,” tandasnya.(dan)