Bangunan Runtuh, Sungai Cimenteng Meluap

EVAKUASI: Tim gabungan BPBD, anggota Sabhara Polres Cianjur dan masyarakat sekitar bahu membahu membersihkan sisa tembok yang rubuh. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Hujan dan angin kencang menyebabkan tembok bangunan sepanjang 50 meter dan tinggi 5 meter di Kampung Margaluyu Rt1 Rw21 Kelurahan Muka Kecamatan Cianjur roboh. Akibatnya aliran sungai Cimenteng pun meluap, Senin (15/2) malam.

Meluapnya sungai Cimenteng diakibatkan serpihan bangunan tersebut menutup aliran air sungai.
Haji Wahyudi (51) saksi mata mengatakan, tembok tersebut ambruk ketika hujan deras menerjang dari sekitar pukul 15.00 WIB.

“Kejadiannya tadi sekitar pukul 17.00 WIB, saya juga sempat kaget. Pas ambruk kan bongkahan temboknya ke saluran air, terus airnya naik dan masuk rumah warga,” ujarnya.

Ia menyebut, ada satu rumah yang jebol akibat luapan air dari sungai tersebut. Dengan total rumah yang berimbas 35 rumah.

“Satu rumah jebol karena luapan air dari sini, selain itu puluhan rumah lainnya pun terkena. Jadi air masuk ke rumah warga di ke Rw-an 15, itu total ada 35 rumah. Yang paling dekat Rw21, itu juga sama rumahnya ada yang kemasukan air dari luapan sungai,” terangnya.

Mengenai adanya korban, ia mengungkan, ketika ambruk tidak ada korban karena kondisi saat itu sedang hujan.

“Alhamdulillah tadi tidak ada korban, hanya ada yang luka aja tadi dua orang, dia lukanya itu pas lagi beresin sisa materialnya, kakinya terkena kawat,” tuturnya.

Anggota Relawan Tangguh Bencana (Retana) Kelurahan Muka Yuda mengatakan, akibat meluapnya sungai Cimenteng menyebabkan air meluap ke jalan dan masuk ke dalam rumah warga.

“Kejadiannya sekitar pukul 17.00 Wib akibat hujan angin bangunan milik salah seorang bernama Ko Acen temboknya rubuh, sehingga serpihan bangunan tersebut menutup aliran sungai Cimenteng,” kata Yuda saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Menurutnya akibat banjir tersebut sempat membuat arus lalu lintas terganggu. “Sempet menyebabkan kemacetan dan mengganggu juga aktivitas warga,” ucap Yuda.

Lanjutnya untuk proses evakuasi telah dilakukan timnya bersama warga. “Tim kami dari Retana bersama warga membereskan bekas reruntuhan tembok yang masuk ke air sungai, supaya air dapat mengalir dengan lancar,” bebernya, seraya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dengan kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.(cr1/kim)