Fenomena Hamil Samar di Cidaun, Dinkes Cianjur : Berbahaya Bagi Calon Bayi

Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr. Irvan Nur Fauzi

RADARCIANJUR.com – Siti Zainah (25) seorang janda warga kampung Gabungan, RT02 RW02, Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur membuat geger setelah melahirkan anak keduanya. Pasalnya, ia mengaku tidak merasa hamil.

Satu jam sebelum melahirkan, ia baru merasakan perutnya sakit selama 15 menit kemudian membuncit. Setelah diperiksa bidan, ia ternyata dalam kondisi hamil dan akan segera melahirkan.

Perempuan tersebut melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan dengan bobot 2,9 kilogram lewat persalinan normal.

Menanggapi hal tersebut Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr. Irvan Nur Fauzi mengatakan fenomena tersebut adalah hal yang langka dapat dialami siapa saja. Dalam istilah medis disebut cryptic pregnancy atau kehamilan samar.

“Dalam istilah medis, kasus itu disebut cryptic pregnancy atau kehamilan samar. Dimana seorang wanita tidak merasakan kehamilan padahal sebenarnya sedang hamil, ” katanya kepada Radar Cianjur Selasa (16/02/2020) melalui sambungan telpon.

Menurutnya hal tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor yang tidak disadari perempuan ketika sedang mengalami kehamilan.

“Bisa saja perempuan merasakan gejala hormonal karena siklus menstruasi tidak stabil. Kadang-kadang keluar darah yang di kira darah menstruasi padahal bukan, sehingga seorang ibu bisa saja mengabaikannya dan menganggap dirinya tidak sedang hamil, “terangnya.

Lanjut plt Kadinkes kehamilan samar harus dicegah karena bisa berakibat buruk pada perkembangan bayi dalam rahim serta proses persalinan.

“Perempuan yang mengalami kehamilan samar tidak ada persiapan menjelang proses persalinan atau asupan gizi yang kurang pada bayi selama dalam kandungan. Sehingga dapat membahayakan kondisi bayi tersebut,” ucap Irvan.

dr Irvan menambahkan kaum perempuan harus lebih peduli lagi mengenai masa kehamilan yang dialaminya.

“Yah lebih memperhatikan lagi soal kesehatan reproduksinya, ” tuturnya. (cr1)