Korban Investasi Bodong Tuntut Ganti Rugi, Polres Cianjur: Harap Bawa Bukti Transaksi

Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai

RADARCIANJUR.com- Kasus investasi bodong yang terjadi beberapa waktu lalu masih berlanjut. Meskipun tersangka utama Ani telah diamankan Polres Cianjur, namun beberapa korban menuntut agar harta atau uang dikembalikan melalui harta benda tersangka yang diamankan.

Namun, saat ini Polres Cianjur masih melakukan pendataan mengenai kekayaan atau harta benda milik tersangka salah satunya brangkas dengan ukuran kurang lebih dua meter yang dibawa dari kediaman tersangka.

“Mereka memberikan informasi itu harusnya kepada kita, artinya apa aja aset memang kalau kita telusuri adalah aset yang dibeli dari hasil penipuan tersebut, kita akan melakukan penyitaan,” ujar Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai.

Lanjutnya, sejauh ini sudah beberapa aset yang sudah dilakukan penyitaan. Diantaranya brangkas yang menurut keterangan tersangka uangnya ditaruh di berangkas tersebut, akan dilakukan pembobolan brankas.

“Proses sudah dilakukan kemudian sudah ditangkap sudah lebih dari dua bulan yang lalu tersangka ini kami amankan,” ungkapnya.

“Tapi nanti dari keterangan-keterangan lain atau dari bukti-bukti yang lain, kalau memang ada keterlibatan orang lain tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan penangkapan,” sambungnya.

Untuk surat pemberitahuan dimulainya penyelidikan (SPDP) sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Saat ini tengah menunggu pemberkasan terkait dengan Tindak Pidana Pencurian Uang (TPPU).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Anton menambahkan, jika para korban ingin ganti rugi, pihaknya meminta bukti transaksi yang sudah dilakukan dengan tersangka dan jumlah yang pasti atau sama dengan transaksi yang sudah dilakukan.

“Datang ke kami (Polres Cianjur, red) bukan ke pihak lain, intinya bawa buktinya seperti contoh kwitansi,” terangnya.

Dirinya pun meminta kepada seluruh masyarakat yang menjadi korban agar bersabar. Pasalnya, saat ini masih dalam pendataan aset dari tersangka.

“Ini kan beberapa asetnya sudah kita data, jadi siapa tau tersangka ini memiliki aset lain. Supaya sekalian semuanya total aset yang dimiliki tersangka ini, harap bersabar dahulu kepada para korban,” tutupnya. (kim)