Sengketa Tanah Kantor Desa Rancagoong Masih Berlanjut

Kantor Desa Rancagoong

RADARCIANJUR.com – Polemik masalah sengketa Desa Rancagoong masih berlanjut sampai saat ini.

Terbaru plang yang sudah di pasang tersebut diganti pada petang hari Senin (15/02/2020) oleh seorang pria yang mengaku mendapat persetujuan hibah tanah desa untuk pembangunan salah satu pondok pesantren.

Ditemui Radar Cianjur Kepala Desa Rancagoong Dede Farhan, membenarkan pemasang plang tersebut dilakukan pada malam hari.

“Udah liat sih dari video yang dikirim yang bersangkutan. Plang nya diganti pake tulisan hibah dari ahli waris untuk pembangunan pondok pesantren Al -ithisom, “katanya Selasa (16/02/2020).

Dede mengatakan permasalahan tersebut ini memang sudah sejak lama ada namun saat ini kembali mencuat kepermukaan ketika dirinya baru saja menjabat.

“Setau saya kasus ini sejak tahun 1980 sudah jadi pembicaraan. Namun sudah sering dilakukan mediasi akan tetapi tidak membuahkan hasil, ” ucap Dede.

Kades berujar pengunggat sampai saat ini tidak bisa menunjukan surat-surat kepemilikan tanah tersebut.

“Sampai saat ini yang bersangkutan tidak memiliki bukti yang kuat untuk mengklaim tanah ini, ” terangnya.

Pihak pengunggat sering mengirimkan pesan atau voice note di aplikasi Whatsapp berisi ancaman dan intimidasi.

“Sering lah mendapat pesan-pesan tulis atau rekaman berupa ancaman-ancaman. Saya sih menyarankan agar di selesaikan secara hukum, yuk ke pengadilan jangan pakai cara koboi kaya gini, ” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Cianjur Ahmad Danial menyarankan kepada warga atau ahli waris agar tidak memasang plang di depan kantor Desa Rancagoong sebelum adanya keputusan dari Pengadilan.

“Pemasangan plang di Desa Rancagoong tentunya harus berdasarkan keputusan dari pengadilan. Jangan sembarangan pasang, ” bebernya. (cr1)