Sempat Tertahan Lima Hari, Jenazah TKW Asal Cianjur Akhirnya Tiba di Rumah Duka

Keluarga almarhumah menagisi jenazah yang baru saja tiba. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Setelah sempat tertahan di RS Johor Malaysia jenazah Eti Sumiati, alias Entit (50), akhirnya tiba di rumah duka, Kampung Pakemitan,  Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Selasa (16/2/2020)

Almarhumah tiba di rumah duka sekitar pukul 22.00 Wib, kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga.

Selain oleh pihak keluarga kedatangan jenazah juga disaksikan aparat kepolisian sektor Ciranjang yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Badru

Selanjutnya jenazah akan dimakamkan di tempat pemakaman umum yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumah duka.

Ketua DPC Atakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur Ali Hildan mengatakan, setelah jenazah tiba di rumah duka pihak DPC Astakira Pembaharuan akan menelusuri hak-hak Almarumah selama bekerja di Malaysia.

“Gaji Almarhumah yang belum dibayah oleh majikan sekitar 1000 ringgit,” kata Ali.

Diberitakan sebelumnya, Eti Sumiati alias Entit (50) seorang TKW asal Kampung pakemitan, Desa, Ciranjang, Kecanatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, dikabarkan meninggal dunia saat bekerja di Malaysia, Kamis (11/2/2021)

Diduga almarhunah meninggal dunia akibat terjatuh di wc saat ia sedang bekerja. Hingga Minggu (14/2/2021) jenazah masih tertahan di rumah sakit Selangor Malaysia.

Ketua Harian DPC Astakira Pembaruan Kabupaten Cianjur Sopyan mengatakan, pihak keluarga almarumah telah memberikan kuasa untuk mengurus kepulangan Almarhumah.

“Kami telah mendapat kuasa untuk mengurus kepulangan jenazah serta mengurus hak-hak dan harta peninggalan almarhumah di Malaysia,” kata Sopyan Minggu (14/2/2020)

Sopyan mengatakan berangkat ke Malaysia pada bulan Maret 2019, sementara itu tunggakan gaji yang belum dibayar oleh majika hanya satu bulan.

“Selama bekerja tiap bulan gaji dikirim kepada empat orang anaknya di kampung halaman,” kata Sopyan.

Ketua DPC Astakira Pembaruan Ali Hildan menambahkan Eti Sumiati berangkat ke Malaysia melalui jalur non prosudural, meski demikian, negara harus tetap hadir untuk membantu pahlawan devisa itu.

“Karena alasan sulitnya lapangan pekerjaan sehingga banyak orang yang nekad berakerja ke luar negri menggunakan jalur non prosudural,” kata Ali. (dil)