Ditangkap karena Kasus Narkoba, Kapolsek Astana Anyar Terancam Dipecat

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Kapolsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terancam mendapat sanksi tegas berupa penurunan pangkat hingga pemecatan. Hal itu karena Yuni dan 11 anggotanya terjerat kasus penyalahgunaan narkoba.

“Ini masih didalami, semuanya anggota Polsek Astana Anyar atau tidak. Yang jelas anggota manapun kalau memang terlibat dalam kejahatan narkoba akan disanksi tegas,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A. Chaniago kepada wartawan, Kamis (18/2).

Erdi menuturkan, saat ini Yuni bersama anggota Polsek Astana Anyar lainnya tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh Propam Polri. Berdasarkan hasil tes urine, beberapa orang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba.

“Sedang menjalani pemeriksaan. Dari pemeriksaan cek urine yang dilakukan, beberapa diantaranya positif (narkoba),” ucap Erdi.

Sebelumnya, Div Propam Polri mengamankan belasan anggota Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat atas dugaan penyalahgunaan narkotika pada Selasa (16/2). Dari pihak-pihak yang diamankan, terdapat pula Kapolsek Astana Anyar, Kompol Yuni.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan, jumlah anggota yang ditangkap sebanyak 12 orang. “Benar adanya saya sampaikan, Propam amankan personel Polsek Astana Anyar, terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. Ada 12 yang diamankan termasuk Kapolsek,” kata dia kepada wartawan, Rabu (17/2) kemarin.

Kasus ini terungkap berdasarkan laporan masyarakat kepada Mabes Polri. Div Propam Polri kemudian mendalami laporan tersebut dan ditemukan adanya dugaan penyalahgunaan narkotika.

“Kemudian dilakukan cek urine dan sebagainya. Sampai sekarang masih dilakukan pendalaman dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Propam Polda Jabar,” imbuhnya.

Mulanya Propam menangkap 1 anggota Polsek Astana Anyar dengan barang bukti sabu seberat 7 gram. Setelah dikembangkan, kasus ini turut menyeret belasan personel lainnya termasuk Kapolsek.(jpc)