Jenazah Sopir Truk Tangki BBM Akhirnya Ditemukan

DIVISUM: Jenazah Amad Mudin (48) supir truk Pertamina yang meninggal akhirnya ditemukan tim evakuasi gabungan. Foto:Hakim/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com -Jasad sopir truk penarik BBM Pertamina yang terperosok di Jalan Raya Cibinong-Pagelaran Kampung Patrol Desa Kertajaya Kecamatan Tanggeung akhirnya ditemukan. Jenazah Amadmudin (47) sang sopir naas saat ditemukan dalam posisi tengkurap berada di bawah tangki BBM yang berkapasitas 16.000 liter.

Petugas Pemadan Kebakaran (Damkar) Pos 6 Sindangbarang Cianjur selatan, Dadan yang turut melakukan evakuasi sejak Selasa (16/2) malam menuturkan, petugas gabungan terus berupaya mencari jenazah di sepanjang tebing usai truk terbalik ke jurang sedalam 70 meter tersebut.

“Meskipun kondisi malam dengan jarak pandang terhalang gelap dan dikhawatirkan BBM bocor di dalam jurang, kita terus lanjutkan. Karena dari informasi krenet truk mengatakan beberapa kali terdengar suara,” kata Dadan kepada sejumlah wartawan, kemarin, Rabu (17/2).

BACA JUGA : Sopir Truk Tanki Belum Ditemukan, Diduga Tertimpa Badan Kendaraan

Setelah mencoba evakuasi ke dalam jurang, pencarian kembali mengalami kesulitan. Pasalnya uap dari tanki BBM menguap dan sudah sampai di atas tebing jurang. Meski demikian, tim gabungan yang turut dibantu kendaraan pemadam khusus dari Pertamina untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ada uap BBM yang sampai ke atas juga, itu sedikit membuat kekhawatiran tim evakuasi gabungan. Jadi sedikit berjaga-jaga juga, meskipun ada kendaraan pemadam khusus dari Pertamina,” ungkapnya.

Evakuasi kendaraan truk tanki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) yang terperosok di Jalan Raya Cibinong-Tanggeung dalam proses pengangkatan.

Di sisi lain, kendaraan truk masih berada di tebing. Maka sebelum dilakukan evakuasi kendaraan akan dialihkan terlebih dahulu BBM ke truk tangki yang kosong guna mengantisipasi terjadinya kebakaran.
“Dalam kondisi tersebut akhirnya berhasil menemukan sopir dalam keadaan sudah meninggal dunia,” terangnya.

Sementara itu, pihak keluarga yang enggan disebutkan namanya menuturkan, visum terhadap Amadmudin dilakukan atas keinginan dari pihak keluarga. “Iya keinginan dari pihak keluarga. Maaf ya tidak bisa banyak berkomentar karena sedang berkabung,” paparnya.

Seperti diketahui, kecelakaan tunggal truk tangki BBM Pertamina terjadi di Jalan Raya Cibinong-Pagelaran pada Selasa (16/2) malam. Truk terperosok ke jurang sedalam 70 meter yang berada di Kampung Patrol Desa Kertajaya Kecamatan Tanggeung.

Dari informasi, mobil tangki bernomor polisi B 9760 SFU dengan kapasitas 16 ribu liter BBM Pertalite dan Premium yang akan dibawa menuju ke Kecamatan Sindangbarang.

Kendaraan yang dikemudikan Amadmudin, truk tangki yang berpapasan dengan mobil box, membuat ban belakang truk keluar dari jalan. Padahal, sebelumnya kernet turun dari kendaraan untuk mengatur agar kendaraan tidak terperosok.

Asep Saepudin (45), seorang warga setempat mengatakan BBM jenis pertalite dan premium itu rencananya akan dikirim ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Sindangbarang.

“Diduga tekstur tanah yang gak kuat menahan beban kendaraan, akhirnya mobil pengangkut BBM itu terperosok ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 70 meter,” ujarnya.

Setelah terperosok, mobil tangki itu sempat terguling beberapa kali hingga akhirnya berhenti di dasar jurang. “Sopir masih belum dapat dievakuasi karena terjalnya dan curamnya jurang. Serta kondisi di lokasi kejadian dalam kondisi gelap sehingga menyulitkan proses evakuasi,” tuturnya.

Ia menambahkan, warga mengaku khawatir karena setelah terjun ke dalam jurang mobil tanki mengalami kebocoran dan berpotensi terbakar.

“BBM yang diangkut bocor, sehingga dikhawatirkan meledak dan terbakar. Untuk kernetnya dalam kondisi selamat, karena saat tanki terjun, si kernet tengah turun dari mobilnya untuk mengatur tanki agar dapat melintas,” ungkapnya.

Kapolsek Tanggeung, AKP AW Nasution mengatakan, pihaknya bersama tim gabungan dari TNI, BPBD, Damkar, Pertamina dan masyarakat sekitar terus berupaya melakukan evakuasi. “Keberadaan sopir belum diketahui, kita masih melakukan pencarian bersama dengan tim gabungan,” ujarnya melalui sambungan telepon, Selama malam.

Selain itu, lanjutnya, diduga keberadaan supir berada di bawah badan truk. Untuk memastikan hal tersebut, saat ini tengah diupayakan bangkai truk yang terperosok di jurang setinggi 70 meter tersebut bisa terangkat terlebih dahulu.

“Kemungkinan tertimpa badan truk, makanya kita akan angkat dahulu kendaraannya. Karena sudah dicari di sekitar tebing atau jurang tidak ditemukan,” tuturnya.(kim)