Langgar Protokol Kesehatan, Begini Cara Bayar Denda Non-Tunai

Operasi Yustisi gencar dilakukan, sanksi denda kini lebih mudah.

RADARCIANJUR.com – Operasi Yustisi di kabupaten Cianjur masih rutin dilakukan. Terbaru Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur kini memberlakukan pembayaran sanksi denda non-tunai bagi para pelanggar protokol kesehatan.

Aplikasi tersebut digunakan sebagai sanksi denda non-tunai bekerjasama dengan bank milik pemerintah daerah itu untuk memudahkan pembayaran sanksi bagi masyarakat yang kedapatan melanggar protokol kesehatan.

Dalam aplikasi tersebut si pelanggar akan diarahkan untuk membayar non tunai. Kemudian petugas Satpol PP akan mengarahkan untuk mentransfer uang denda tersebut kepada rekening salah satu bank yang sudah bekerja sama dengan pemerintah

“Kami sediakan fasilitas pembayaran sanksi denda non-tunai agar pelanggar dapat dengan mudah membayar dendanya,” kata Hendri

Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur Hendri Prasethiyadi mengatakan hingga saat ini tingkat kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan terutama dalam penggunaan masker relatif naik turun.

Namun, lanjut Hendri jajarannya akan terus gencar menggelar Operasi Yustisi agar kesadaran dan disiplin masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan meningkat.

” Yah kita berusaha agar masyarakat sadar dan disiplin, tidak lagi melanggar protokol kesehatan, ” ucap Kasatpol PP dan Damkar kepada Radar Cianjur Kamis (18/02/2021)

Berdasarkan data yang dihimpun jumlah pelanggar protokol kesehatan dalam periode satu bulan terakhir sebanyak 14.680 orang dikenakan sanksi tertulis, dan 5.184 orang dikenakan sanksi sosial.

“Jumlah uang yang terkumpul dari sanksi denda sebanyak Rp 2.552.000, ” ucapnya.

Hendri menambahkan operasi akan dilakukan lebih rutin lagi untuk menekan angka pelanggaran protokol kesehatan.

” Kita nanti rutinkan seminggu 2 sampai 3 kali menggelar operasi Yustisi, ” ungkapnya.(cr1)