Longsoran ‘Tebing Hejo’ di Naringgul Mulai Dibersihkan, Petugas Lakukan Buka Tutup Jalan

EVAKUASI: Para petugas tengah membersihkan material longsor dan melakukan buka tutup jalan di sekitar tebing hejo Cidaun-Naringgul. Foto: Dokumentasi for Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pasca terjadinya longsor tebing hejo di Jalan Raya Cidaun-Naringgul, Kampung Cibodas RT 02/RW 08, Desa Naringgul, Kecamatan Naringgul, beberapa waktu kemarin, kini petugas gabungan mulai membersihkan dan melakukan buka tutup akses lalulintas di lokasi.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Muhammad Wahyu mengatakan, longsor dari tebing hejo terjadi akibat hujan deras yang terus-menerus mengguyur kawasan tersebut sepanjang malam.

“Iya kang, longsor terjadi karena hujan deras dengan intensitas cukup tinggi. Kini tim bersama petugas lainnya tengah melakukan pembersihan material longsor agar akses jalan bisa dilalui,” kata Wahyu saat dihubungi radarcianjur.com, Kamis (18/2/2021).

EVAKUASI: Para petugas tengah membersihkan material longsor dan melakukan buka tutup jalan di sekitar tebing hejo Cidaun-Naringgul.
Foto: Dokumentasi for Radar Cianjur

Ia mengungkap, bahwa bencana longsor tersebut terjadi pada Rabu (17/2/2021) sekitar pukul 01.00 Wib, dan sempat membuat akses kendaraan terputus. Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Dinas Kementerian PUPR untuk mendatangkan alat berat, karena material longsoran yang cukup besar.

“Jalan yang tertutup material longsor itu sekitar 15 meter dengan ketinggian tebing 30 meter,” sebutnya.

Para petugas dari BPBD, Bhabinsa, Bahabinmas, tim dari Kementerian bersama masyarakat setempat mulai membersihkan material longsor supaya arus lalin bisa dilalui.

“Kondisi jalan sekarang Alhamdulillah sudah bisa dilewati karena alat berat sudah ada. Namun belum optimal, masih buka tutup. Sementara volume material longsorannya pun cukup besar,” ujarnya.

Wahyu menambahkan, longsor di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Sebab pada Januari 2020 lalu, di lokasi yang sama pernah terjadi.

“Tahun sebelumnya pun pernah terjadi longsor, makanya harus ada penguatan tebing, karena kondisinya cukup rawan. Meskipun sudah dipakai penguat berupa jaring baja,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau pada pengguna jalan untuk selalu waspada dan berhati-hati saat melintasi di sekitar tebing tersebut.

“Selalu waspada, karena sekarang masih musim penghujan dan dikhawatirkan longsor susulan terjadi lagi,” pungkasnya. (dan)