Pergerakan Tanah di Batulawang Semakin Parah, Pasokan Kebutuhan Pokok Terhambat

Bencana longsor dan pergerakan tanah yang terjadi di Kedusunan 04 Desa Batulawang, kecamatan Cipanas beberapa waktu lalu. Foto: Dokumentasi for Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Imbas terjadinya pergerakan tanah serta longsor di Dusun Empat Desa Batulawang kecamatan Cipanas sepekan lebih, bukan hanya akses jalan terisolir, termasuk pasokan kebutuhan warga pun mengalami sedikit kendala.

Tetapi di sisi lain, adanya kendaraan roda dua yang dimodif sedemikian rupa hingga disebut spesialis ke kebun, membuat kebutuhan warga di lokasi terdampak masih bisa sedikit terpenuhi.

“Kalau untuk memenuhi kebutuhan pokok warga yang terdampak, masyarakat disana terpaksa menggunakan kendaraan sendiri yang hampir kebanyakan di sana memiliki motor-motor spesialis ke kebun,” ujar Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Batulawang, Erwan Herdiawan kepada radarcianjur.com, Selasa (16/2/2021).

Kendaraan roda dua yang dimodif itu, kata Erwan, biasanya berjenis motor bebek dengan dirakit ala-ala trail. Sehingga bisa digunakan dalam trek terjal maupun bebatuan.

Meski begitu, lanjut Erwan, kendaraan yang melewati itu dinilai masih sangat khawatir dan rentan terjadi kembali pergerakan tanah susulan, khususnya untuk akses jalan yang menghubungkan tiga kampung itu.

“Beberapa warga masih memaksakan melintas jalan yang telah putus-putus itu dengan cara di dorong. Ataupun harus dipikul dahulu dari satu jalur ke jalur lainnya,” ungkap dia.

Namun, di sisi lain, pihak pemerintahan desa Batulawang untuk sementara telah melaporkan ke dinas terkait bahkan hampir setiap hari sudah mengecek ke lokasi yang terjadi pergerakan tanah.

“Untuk warga yang hampir terancam itu satu ke RT an, tidak nyampe ratusan. Mungkin kalau dihitung sekitar puluhan keluarga,” tambahnya.

Kepala Desa Batulawang, Nanang Rohendi mengatakan, jalan yang terjadi pergerakan tanah itu menghubungkan dari Sindanglayu ke beberapa RT. Salah satunya adalah Kampung Neglasari, Tajur dan kampung Garung.

“Itu semuanya ada di RW 12. Termasuk jalan itu juga salah satunya adalah akses ke SDN Neglasari,” kata dia.

Untuk kini, Nanang mengaku, kondisi pergeseran tanahnya pun memang semakin parah. Akses penghubung antara RW 10 dengan RW 12 rusak parah.

“Jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak +/- 53 KK. Dengan total rumah yang terdampak parah sebanyak dua rumah, dan beberapa lainnya mengalami retakan yang menimbulkan kekhawatiran,” tandasnya. (dan)