Kasatpol PP : Masih Banyak Warga Cianjur yang Terjaring Operasi Yustisi

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) rutin menggelar operasi Yustisi di titik tertentu di Kabupaten Cianjur, akan tetapi masih banyak nya masyarakat yang melanggar hingga terjaring operasi. Foto : Bayu Nurmuslim / Radar Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Demi menekan angka penularan Covid-19 berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Cianjur, salah satunya dengan rutin menggelar Operasi Yustisi bersama unsur-unsur forkominda yang mengacu pada Peraturan Bupati (PERBUP) tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan.

Selain menerapkan hukuman dengan sanksi sosial, kini terbaru untuk lebih menimbulkan efek jera diberlakukannya sanksi administrasi berupa denda di tempat.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur Hendri Prasethiyadi, mengatakan jumlah pelanggaran masyarakat terhadap protokol kesehatan setiap menggelar Operasi Yustisi rata-rata berkisar 80 hingga 100 pelanggar.

” Yah masyarakat belum displin. Buktinya masih banyak masyarakat yang kedapatan melanggar dan terjaring operasi, ” Katanya kepada Radar Cianjur Sabtu (20/02/2020) melalui sambungan telpon.

Sedangkan menurut Hendri, kategori pelanggar bervariasi tidak hanya kalangan milenial, tapi juga di dominasi dewasa dan lansia.

“Pelanggar kebanyakan pejalan kaki dan pengendara, mereka beralasan lupa tidak memakai masker, ” ucap Hendri.

Hendri menjelaskan, berbagai imbauan dan pendisplinan tidak memberatkan masyarakat.

“Tujuan regulasi ini kan sebagai upaya menekan penyebaran virus Covid 19 di kabupaten Cianjur. Sangat mudah sekali diterapkan oleh masyarakat, “terangnya.

Lanjutnya pihaknya hingga kini belum mengetahui kapan berakhirnya operasi Yustisi di Kabupaten Cianjur.

” Yah sampai saat ini belum tahu sampai kapan operasi ini akan dilakukan. Selama covid-19 masih ada dan kedisiplinan masyarakat belum baik, operasi yustisi akan terus dilaksanakan,” ungkapnya.(cr1)