Warga Gotong Royong Bangun Kembali Rumah Mak Een

Pembangunan rumah tak layak huni dilakukan secara swadaya oleh masyarakat Kampung Gununglanyung Desa Cijedil Kecamatan Cugenang. Foto : Herry Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kondisi memprihatinkan dialami Mak Een (80) warga Kampung Gununglanyung, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang yang mempunyai rumah panggung nyaris ambruk .

Rumah berukuran 4×6 meter tersebut didominasi kayu yang telah lapuk dan usang termakan usia, bahkan dibagian atap bangunan sudah menjadi sarang tawon. Badan bangunan dari bilik anyaman bambu sudah berjamur dikelilingi lumut. Yang tak kalah memprihatinkan di bagian dapur dan kamar nyaris rubuh, genteng kap dan atap dapat ambruk sewaktu waktu jika terjadi cuaca buruk.

Mak Een diketahui seorang jompo tua yang hidup bersama dua cucu yatim piatunya.

Hidup dirumah gubug yang setengah ambruk bersama kedua cucunya itu, Mak Een belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah baik BLT, PKH atau semacamnya.

Selain kondisi rumah tidak layak dihuni, yang paling mengiris hati penghasilan Mak Een yang tidak menentu hanya mengandalkan upah dari tetangga yang menyuruh dirinya berjualan ataupun membersihkan kebun.

“Mak Een sehari-hari hanya sebagai pesuruh seperti bersih-bersih kebun tetangga dan berjualan keliling, itupun tidak setiap hari. Kadang Mak Een jualan dodongkal (Awug) atau sayuran berkeliling kerumah rumah sekitar untuk mendapatkan upah membiayai kedua cucunya,” ungkap Deden Ahsan, Sekretaris RW 07 Kampung Gunung Lanjung Kepada Radar Cianjur.

kini, Mak Een bisa tersenyum semringah saat rumah yang dihuni selama puluhan tahun itu, dirobohkan dan di bangun ulang oleh Warga dan Karang taruna Gunung Lanjung 2 Pemuda Bersatu (GL2 Puber) RW07 Desa Cijedl Kecamatan Cugenang pada Jumat (17/02/2021) lalu lantaran kondisi rumah yang sudah tidak layak dihuni.

” Rumahnya kita robohkan dulu. Nanti di bangun ulang agar rumahnya layak huni, “tuturnya.

Ketua Pembangunan Bedah Rumah dan pencetus inisiatif Dedi Tirtayasa, melalui Sekretaris RW 07 Desa Cijedil, Deden Ahsan Maulana mengatakan pembangunan tersebut atas inisiatif dari Karangtaruna, pemerintah dan warga masyarakat dengan memakan waktu selama 3 minggu.

“Uang ada Rp 5Jutaan, hasil udunan warga dan dibantu donatur. Alahamdulillah dari Keyakinan dan doa seluruh masyarakat dan donatur akhirnya rumah Mak Een bisa dibangun, dengan isi dan perlengkapan rumahnya, seperti kompor kasur, dan peralatan dapur lainnya,” terangnya.

Perwakilan Tokoh masyarakat, Memet Nurodin (64) merasa senang, dengan inisiatif warga dan 70 orang anggota KarangTaruna Puber GL2 sebelumnya melakukan peninjauan.

“Bantuan bedah Rumah merupakan Swadaya dari masyarakat karena Mak Een memang sangat layak dibantu dengan berbagai pertimbangan dia sudah jompo mengurus dua cucu yang telah yatim dan yatim piatu serta penghasilan sehari-hari yang tidak menentu, ” ucap memet Sabtu ( 20/02/2020).

Lanjut Memet ke RW an 07 ada kurang lebih sekitar 10 rutilahu, pembangunan rumah mak Een menjadi yang pertama mendapatkan bantuan bedah rumah

“Nantinya akan ada bedah rumah lain yang menjadi skala prioritas layak dibantu, dan alhamdulilah hari ini Jumat (19/2) pelaksanaan serah terima kunci rumah Mak Een, ” bebernya.

Sementara itu ditemui terpisah Kepala Desa Cijedil Pudin menambahkan, sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Warga Karang Taruna GL2 Puber yang merupakan bentuk kepedulian sosial kemanusiaan.

” Saya ucapkan terimakasih banyak kepada seluruh warga masyarakat dan para donatur Gunung Lanjung 2 Khusunya RW 07, telah kompak bergotong royong kompak bergerak bersama-sama. Seperti gayung bersambut, salut sekali, ” tandasnya.(cr1)