Mulai Minggu Depan, Penanganan Covid-19 Akan Lebih Tegas

Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal

RADARCIANJUR.com- Rapat evaluasi mengenai Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Bale Prayoga Pendopo Kabupaten Cianjur kembali digelar. Setiap minggunya dilakukan sebagai evaluasi perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Cianjur.

Juru Bicara Pusat Informasi Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, pihaknya akan lebih mempertegas penanganan dalam satu minggu kedepan hingga 8 Maret 2021.

“Kita akan terus mempertegas dengan melakukan PSBM, PSBM itu juga hampir sama dengan PPKM, jadi di tujuh Kabupaten Kota itu melakukan PPKM kalo di Cianjur PSBM tapi arahnya ke PPKM juga,” ujarnya.

Lanjut Yusman, dari hasil evaluasi itu menyatakan bahwa saat ini kecamatan yang ada di Kabupaten Cianjur tidak ada yang masuk zona merah dan turun satu level ke zona oranye.

“Untuk RT/RW itu ada yang masih zona merah tempatnya di Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang dan Desa Ciherang, Karangtengah,” terangnya.

Saat ini, kasus Covid-19 di Cianjur belum persuasif, tapi cenderungnya Kabupaten Cianjur mengalami penurunan. Bahkan, pasien di tempat isolasi pun kini mulai berkurang.

“Belum persuasif tapi kita mengalami penurunan, tapi masih naik turun itu grafik nya kadang naik terus turun lagi, tapi untuk secara keseluruhan indikator penurunan itu sangat jelas, tempat isolasi juga untuk keterisiannya hanya 30 sampai 40 persen dari yang tadinya nyampe 100 persen,” ungkapnya.

Selama diperpanjangnya PSBM, operasi yustisi juga akan terus dilaksanakan sebagai upaya pengendalian kasus Covid-19 ini.

“Selama di perpanjang PSBM pastinya Oprasi Yustisi juga akan terus di laksanakan untuk upaya pengendalian kasus ini agar tidak tatap naik, kita harapkan kasus ini semoga menurun,” paparnya.

Yusman berpesan agar masyarakat di Kabupaten Cianjur tidak berada di tempat keramaian agar tetap menghindari penyebaran Covid-19

“Dari awal sampai sekarang itu kita sudah melakukan upaya sehingga masyarakat pun sudah jenuh dalam kondisi pandemi ini, minimal untuk di tempatkan keramaian itu harus tetap di hindari,” imbaunya.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur, H Herman Suherman bersyukur bahwa semua kecamatan di Cianjur tidak lagi masuk ke zona merah. Tinggal mengubah zona oranye dan kuning ke zona hijau.

“Hanya dua yang RW dan desa yang zona merah yaitu di Desa Ciherang, Karangtengah, ada 12 orang terindikasi Covid-19 di Pesantren Al-Muchtariyah, lalu di Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, teirndikasi 30 orang di RT 02 RW 09,” terangnya

Saat ini, lanjut Herman, pihaknya fokus ke dua desa tersebut. Sebab, ia ingin agar penyebaran Covid-19 tidak melebar ke desa-desa lainnya.

“Dan yang bagus akan kita pertahankan sehingga mudah-mudahan tidak ada yang masuk zona merah lagi,” tutupnya. (kim)