Ratusan Pejabat Teras Cianjur Berstatus Plt

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Kurang lebih 120 aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Cianjur yang terdiri dari eselon I,II dan III masih berstatus pelaksana tugas (Plt). Meski demikian, Plt dijabat dari masing-masing dinas.

Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan, dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cianjur, Budhi Rahayu Toyib mengatakan, untuk sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menetapkan Plt jabatan sejak sebelum Pilkada karena tidak mendapat izin pelantikan dan mutasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Dulu sebelum pilkada mau ada mutasi. Karena keputusan kementerian tidak ada rekom untuk mutasi jadi kita me-plt-kan lebih dahulu,” ujarnya.

Budhi menambahkan, jabatan sekretaris daerah (sekda) pun masih menunggu rekomendasi. Sehingga, jabatan sekda diisi oleh pejabat sementara dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barst karena balum mendapat rekomendasi.

Ia berharap, rekomendasi sudah terbit sebelum bupati Cianjur terpilih dilantik. Sehingga, jabatan sekda bisa segera ditetapkan.

“Setelah sekda kita akan bentuk Eselon II, setelah seleksi istilahnya jabatan tinggi pratama. Setelah eselon II seleksi dan jelas terisi oleh siapa, baru eselon III mellalui rotasi dan mutasi,” terangnya.

Lanjutnya, pihaknya terbentur edaran menteri dalam negeri ketika akan melakukan rotasi dan mutasi karena saat itu Plt Bupati H Herman Suherman maju di Pilkada sebagai incamben.

“Selain itu, bupati setelah pilkada pun belum bisa melakukan mutasi, bahkan bupati setelah 6 bulan setelah dilantik belum bisa melakukan mutasi,” jelasnya.

Namun, pihaknya memiliki prinsip walaupun incamben tapi terpilih kembali sehingga tidak ada kepentingan lain dalam rotasi dan mutasi jabatan.

“Makanya kita mengirimkan permintaan rekom untuk sekda dan pejabat lain,” jelansya.

Selain karena hal itu, banyaknya pejabat berstatus Plt di Cianjur disebabkan oleh masa pensiun ASN. Dalam setahun, rata-rata ada 600 orang ASN yang pensiun.

“Sementara CPNS di tahun kemarin hanya ada 151 yang di-SK-kan, dan memang kita PPPK-nya dapat kuota 1334 yang insya Allah kita sedang mengasukan NIP yang menunggu dari BKN. Insya di bulan depan bisa,” tutupnya. (kim)