Mantan Kades Bunisari Tilep Uang Dana Desa Ratusan Juta

TERMENUNG: Rohmawati hanya bisa menyesal dengan perbuatan yang sudah dilakukannya. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Kasus korupsi menyeret mantan Kepala Desa Bunisari, Rohmawati yang digunakan untuk membayar hutang-hutangnya. Berdasarkan laporan, Satreskrim Polres Cianjur pun menangkap tersangka di kosan yang dihuninya.

Kapolres Cianjur, AKBP Mochammad Rifai mengatakan, saat menjadi Kades Bunisari, Rohmawati mengelola langsung keuangan dan tidak mengalokasikan anggaran Dana Desa tahap III tahun 2019.

“Tersangka ditangkap pada 12 Februari 2021 di kost-kostan tepatnya di Kampung Cibodas RT 03/RW 03 Desa Cijangkar Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

BACA JUGA : Dugaan Kasus Korupsi, Kejari Cianjur Tetapkan Mantan Kades Cimacan Jadi Tersangka

Anggaran yang seharusnya dipakai adalah Rp485.320.000 namun hanya terealisasi sebanyak Rp162.985.200. Sehingga, selisih dari anggaran itu sebanyak Rp322.334.800 dan dipakai untuk kepentinga pribadi.

“Dari 11 bidang yang harus digelontorkan dana desanya, sebayak lima bidang tidak direalisasikan,” ungkapnya.

Dengan demikian, kerugian negara dari kasus korupsi ini sebesar Rp332.334.800. Rohmawati pun terancam hukuman penjara 20 tahun akibat perbuatannya.

“Pelaku dijerat pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” jelasnya.

Sementara itu, Rohmawati mengaku ia ketergantungan oleh dana talang saat memulai pembangunan jalan. Sebab, sebelumnya ia sempat terkecoh oleh orang lain, uang untuk pembangunan dibawa orang lain

“Dulu saya sempat terkecoh oleh orang lain saat membangun jalan di Bunikasih akhirnya karena saya tidak mungkin bilang uangnya dibawa lari ketika itda datang akhirnya saya pinjam ke dana talang,” paparnya.

Rohmawati mengaku tidak melaporkan hal itu karena sibuk dengan pekerjaan. Hingga akhir jabatan, ia ketergantungan dengan meminjam dana talang dan melakukan gali lobang tutup lobang dengan dana desa.

“Akhirnya saya ketergantungan dengan dana talang, apada akhir jabatan saya sulit mencari pinjaman bahkan rumah kecil saya pun sulit terjual, jadi uang itu untuk bayar utang,” tutupnya. (kim)