Batulawang Terus Digempur Pergerakan Tanah, Kini Tujuh Hektar Sawah dan Sekolah Terancam

Pergerakan tanah di wilayah Desa Batulawang kecamatan Cipanas. (Foto: Istimewa)

RADARCIANJUR.com – Tanah longsor dan pergerakan tanah yang melanda lebih dari dua pekan di kampung Sindanglangu Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, kian mencekam.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sekira 7 hektar area persawahan dan perkebunan milik warga rusak tertutup material longsor, dengan ditambah sejumlah rumah terancam ambrol.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Batulawang, Erwan Herdiawan menyebutkan, bencana pergerakan tanah dan longsoran yang terus terjadi beberapa subuh kemarin, kini menyebabkan tujuh hektar sawah dan perkebunan tertutup tanah.

“Kemungkinan masih dipicu hujan deras yang mengguyur di wilayah Batulawang ini, makanya pergerakan tanah masih terus ada,” kata dia saat dihubungi radarcianjur.com, Rabu (24/2/2021).

Bahkan selain itu, Erwan menyebutkan, beberapa rumah dan bangunan sekolah di sekitar lokasi pun ikut terancam.

“Beberapa rumah yang belum beres milik salah satu guru di sekitar sekolahan ikut terancam. Bahkan dari dua keluarga guru, satu diantaranya terpaksa mengungsi ke rumah orangtuanya dan satu bergeser ke kelas yang aman ditempati,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur Moch Irfan Sopyan mengatakan, sejak terjadinya bencana di wilayah Batulawang itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan unsur terkait di tingkat kecamatan maupun desa hingga warga sekitar.

“Kita juga telah mendirikan posko di sana untuk pemantauan. Termasuk sudah mengirimkan surat ke pusat mitigasi bencana alam supaya bisa mengecek lokasi tersebut,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau, masyarakat terutama yang tinggal di zona bencana itu bisa lebih meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca kini masih berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi.

“Kondisi cuaca dan iklim saat ini bisa memicu tanah longsor, pergerakan tanah hingga banjir. BPBD Cianjur sendiri telah siap siaga melalui retana di masing-masing desa,” ucapnya. (dan)