Pasar Warungkondang Makin Sepi Ditinggal Pembeli

Pasar Warungkondang

RADARCIANJUR.com -Sejak diresmikan dan mulai beroperasi, Pasar Warungkondang yang terletak di dua Kampung, yakni Kampung Ciawitali dan Cipadang, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, semakin sepi dan ditinggalkan pembeli.

Padahal, pasar yang diresmikan Gubernur Jabar saat itu, Ahmad Heryawan, pada 5 Februari 2015, diklaim sebagai salah satu pasar tradisional modern.

Kondisi ini sangat disesalkan para pedagang yang harus memutar otak agar usahanya tetap bisa berjalan dan tak merugi. Salah satunya seperti dituturkan salah seorang pedagang, Iman (33).

Pedagang sayuran ini mengaku, sejak direlokasi dari pasar di Desa Jambudipa, Pasar Warungkondang sudah sepi pembeli. Praktis, penghasilannya pun sangat jauh menurun dan kerap merugi.

“Dulu saya sudah dagang ketika pasar masih di Desa Jambudipa dan alhamdulilah ramai. Tapi waktu dipindah jualan di sini malah sepi. Apalagi sekarang, makin sepi,” ungkapnya kepada Radar Cianjur, Kamis (25/2).

Meski sepi, namun ia masih bisa mengakali dengan berjualan di car free day (CFD) yang bisa sedikit membantu usahanya itu. Namun sejak CFD dihentikan lantaran pandemi Covid-19, ia mengaku sulit mendapatkan penghasilan.

“Kemarin sih sedikit kebantu-bantu sama (berjualan di area) CFD. Seminggu sekali tiap hari Minggu banyak yang belanja. Tapi sekarang kan CFD-nya di tutup,” tutur Iman.

Terpisah, Wakil Kepala Dewan Perwakilan Pedagang (DPP) Pasar Warungkondang, Dul (65) menyatakan, kondisi pasar yang sepi itu sudah dialami sejak pedagang direlokasi dan diresmikan.

“Kondisi kaya gini (sepi) memang sudah dirasakan sudah enam tahun, semenjak pasar dipindahkan ke sini,” bebernya.

Selain itu, lokasi pasar juga dinilai kurang strategis karena cukup sulit dijangkau masyarakat. Kondisi ini diperparah dengan ketiadaan angkutan umum yang masuk ke pasar.

“Dulu kan sebelum pasar di sini, ada angkot masuk ke pasar. Seperti dari Desa Sukaratu, Cikancana, Bangbayang pada belanjanya ke sini,” jelasnya.

Pihaknya berharap, dinas terkait dan Pemkab Cianjur memikirkan kondisi Pasar Warungkondang dan para pedagang agar kegiatan usaha tetap bisa berjalan.

“Yah pengen ada solusi saja dari pemerintah, diadakan gitu angkot ke pasar ini. Biar ramai lagi pasarnya seperti dulu,” harapnya.(cr1)