Kapolsek Pacet Rangkul Puluhan Pedagang Keliling Jadi Duta Masker

DUTA MASKER: Perwakilan dari pedagang keliling menjadi duta masker yang digagas Kapolsek Pacet. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kepolisian sektor (Polsek) Pacet terus berinovasi dalam menjalankan sosialisasi penanganan serta pencegahan Covid-19 kepada masyarakat.

Kali ini, Polsek yang dipimpin AKP Galih Apria itu merangkul puluhan pedagang keliling yang ada di wilayah Pacet dan Cipanas, kabupaten Cianjur sebagai duta wawar terkait pentingnya menggunakan masker di masa transisi Pandemi Covid-19 saat ini.

“Program duta masker di wilayah Pacet ini merupakan inisiasi adanya peralihan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke PPKM mikro. Makanya kami berinovasi merangkul para pedagang keliling untuk sama-sama menyosialisasikan akan pentingnya tetap menggunakan masker,” tutur Kapolsek Pacet, AKP Galih Apria. SIK. MSI. MIK, saat ditemui belum lama ini.

Dirinya mengaku, alasan keharusan tetap menggunakan masker di masa new normal ini karena pada dasarnya khusus di wilayah Kecamatan Pacet dan Cipanas sekalipun masih tergolong zona kuning, tetapi mesti terus diupayakan bahwa kesadaran kedisiplinan tentang protokol kesehatan harus tinggi.

“Kita punya inisiasi bahwa para pedagang keliling itu kan yang tiap hari muter ke berbagai wilayah, bahkan ke pemukiman dengan tatap muka masyarakat umum, jadi kita rangkul mereka menjadi duta masker Polsek,” kata dia.

Berbeda dengan duta-duta lainnya, para pedagang yang telah ditunjuk dan bersedia menjadi duta masker ini, di hampir setiap harinya nanti, akan diberikan sejumlah masker yang nantinya bisa dibagikan juga untuk warga yang tak memakai masker.

“Jadi ketika para pedagang itu berkeliling menjual makanannya, siapapun yang membeli dan tidak memakai masker, mereka (pedagang) itu mengingatkan dan memberikan masker,” jelasnya.

Galih menyebut, telah ada sebanyak 50 pedagang yang telah terdata oleh pihaknya sebagai duta masker. Namun kedepannya program percontohan ini akan terus dilakukan jika dinilai efektif dalam mensosialisasikan 5M di masa pandemi Covid-19 ini.

“Makanya ini jadi inovasi pertama yang dilakukan di wilayah desa. Sehingga diharapkan desa-desa lain pun turut mencontoh dan mengikuti,” tandasnya. (dan)