Vaksin untuk Tenaga Pendidik di Cianjur Ditunda

Dokumentasi Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com- Pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Cianjur terhadap tenaga kesehatan, pejabat daerah dan pelayan masyarakat telah dilakukan. Untuk tenaga kesehatan dan pejabat daerah sudah dilakukan dua tahap, sementara untuk pelayan kesehatan seperti kepolisian dan instansi lainnya baru memasuki tahap pertama.

Sementara itu, vaksinasi terhadap tenaga pengajar atau guru belum dilakukan. Padahal, pada bulan Juli 2021, menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim akan dilakukan pembelajaran tatap muka.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Pusat Informasi Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, hingga saat ini distribusi vaksin hanya mencukupi hingga 15.000 orang saja.

“Tentunya dari sasaran dari atas 52.000, jadi kita masih kekurangan 37.000 vaksin. Jadi yang 15.000 ini untuk tenaga pendidik nanti setelah vaksin datang kembali,” ujarnya.

Untuk saat ini, lanjut Yusman, diprioritaskan yang memiliki mobilitas tinggi seperti TNI, Polri, Satpol PP, Damkar dan PMI. Bahkan masih ada tenaga kesehatan yang belum melakukan vaksinasi.

Setelah semua selesai, akan dilajutkan ke sasaran berikutnya seperti tenaga pengajar atau guru. Pasalnya, keterbatasan vaksin.

“Kita targetkan sampai akhir bulan Maret 2021 ini selesai semua,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tenaga pendidikan memang prioritas. Namun bukan menjadi paling prioritas, karena saat ini bidang pelayanan yang paling menjadi prioritas.

“Tenaga pendidikan itu menjadi prioritas tapi bukan menjadi prioritas di atas prioritas, pembelajaran juga kan belum boleh dimulai,” tutupnya. (kim)