Satu Tahun Ambruk Jembatan Cisokan Tak Kunjung Diperbaiki

Kondisi jembatan yang sudah miring, terpaksa warga harus melintasinya. Foto Fadilah Munajat Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Cibanggala dengan pusat pemerintahan Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur ambruk diterjang air sungai Cisokan yang meluap.

Akibat jembatan tersebut ambruk, aktivitas warga terganggu. Sebab jembatan itu merupakan satu-satunya jalur yang bisa dilewati kendaraan roda empat atau roda dua.

Kepala Desa Cibanggala Muhamad Romli mengatakan, jembatan tersebut dibangun pada tahu 2005 silam melalui program PNPM mandiri, dan ambruk pada tahun 2020 saat air di sungai Cisokan meluap.

“Jembatan ini ambruk sudah satu tahun, namun hingga kini belum diperbaiki,” kata Kades kepada RADARCIANJUR.com Senin (1/3/2021)

Muhamad Romli mengatakan, putusnya jembatan mengakibatkan 1300 kepala keluarga di Desa Cibanggala terhambat aktifitasnya.

“Warga kesulitan untuk mengangkut hasil pertanian,” ujarnya

Menurut Muhamad Romli, untuk sementara warga membuat jembatan dari kayu, meski berbahaya namun jembatan itu bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

“Pihak kepolisian sempat memasang garis polisi, karena melintasi jembatan itu sangat berbahaya, namun karena inu merupakan satu-satunya akses maka dengan terpaksa jembatan itu dibuka,” katanya

Romli mengatakan, sempat ada kejadian histeris di jembatan itu, seorang ibu saat akan dibawa ke Puskesmas, karena tidak kuat terpaksa melahirkan dijembatan itu, mobil ambulance tidak bisa melewati jembatan itu.

“Kejadianya sekitar tiga bulan lalu, saat itu mobil ambulance menunggu di sebarang jembatan karena tidak bisa masuk, mungkin karena tak tahan ibu tersebut melahirkan di jembatan,” ujar Romli.

Romli berharap, Pemerintah daerah segera memperbaiki jembatan tersebut, karena jembatan ini menjadi aksea vital bagi masyarakat setempat.

“Sebagian besar warga disini petani, mereka kesulitan untuk membawa hasil panenya,” kata Romli. (dil)