Rumah Guru Ngaji di Karangtengah Nyaris Ambruk

BUTUH PERTOLONGAN: Kondisi rumah guru ngaji, Muhammad Suryana di kampung Cijurang RT 06 RW 06, Desa Hegarmanah, Kecamatan Karangtengah, nyaris ambruk. Rumah itu juga dijadikan tempat mengaji. Saat hujan deras disertai angin, seluruh penghuni rumah memilih mengungsi ke rumah saudara.

RADARCIANJUR.com – Satu keluarga kurang beruntung terpaksa tinggal di rumah tidak layak huni di kampung Cijurang RT 06 RW 06, Desa Hegarmanah, Kecamatan Karangtengah. Bahkan, rumah tersebut nyaris ambruk.

Rumah berukuran 10 x 20 meter tersebut adalah milik seorang guru ngaji, Muhammad Suryana (48). Rumah yang dibangun pada 1992 silam itu terlihat sudah cukup rapuh. Pintu dan jendela pun sudah keropos dimakan rayap.

Bersama istri dan empat anaknya, Suryana tak bisa berbuat banyak meski sebagian genting-genting sudah pecah atau jatuh. Begitu pun saat hujan dimana atapnya bocor dimana-mana.

Sebagai Amil Desa, Suryana memang memiliki penghasilan tiap bulannya. Tapi penghasilannya tak menentu setiap bulannya. Praktis, dirinya tak memiliki cukup uang untuk memperbaiki rumahnya itu.

“Ya, sekarang kan musim pendemi, banyak jadwal nikah yang ditunda atau dibatalkan. Jadi ngaruh juga sama penghasilan suami,” kata istri Suryana, Siti Aisyah (40) ditemui Radar Cianjur di kediamannya, Senin (1/3).

Di rumah itu pula, dijadikan sebagai tempat mengaji untuk anak-anak sekitar. “Ini kayak gini sudah sejak 2015. Kalau hujan, pengajian diliburkan dulu, khawatir murid-murid kehujanan. Soalnya kondisi atap pada bolong-bolong,” ungkapnya.

Bahkan, kalau hujan turun dengan cukup deras, apalagi disertai angin kencang, keluarga itu memilih meninggalkan rumah untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

“Kalau hujan besar sekali, angin juga besar, saya dan keluarga terpaksa mengungsi ke rumah saudara. Takutnya ketimpa genteng yang berjatuhan,” ujarnya.

Ketua RT setempat, Ai Badriah mengatakan, sudah mencoba membantu keluarga tersebut dengan mengajukan bantuan bedah rumah ke berbagai pihak. Sayangnya, upaya itu sampai kini masih belum membuahkan hasil.

“Kita coba bantu keluarga pak Suryana dengan mengajukan ke anggota dewan, ke desa (Rutilahu, red) empat tahun yang lalu. Tapi sampai saat ini belum ada tindakan dari pihak manapun untuk merenovasi rumahnya,” ungkapnya.

Ai berharap, ada yang memperhatikan kondisi keluarga Suryana mengingat keluarga tersebut memang layak dan harus dibantu. “Pengen cepet aja ada bantuan. Kasihan kan kondisinya memprihatinkan, apalagi beliau seorang guru ngaji,” tandasnya.(cr1)