Kantor Kecamatan Mande Tak Punya Sumber Air Bersih

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Sejatinya sumber air adalah hal yang sangat penting penunjang kehidupan untuk semua mahluk, terlebih manusia sangat tergantung terhadap sumber air untuk menunjang segala aktivitasnya.

Nasib miris dialami Kantor Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur tak mempunyai sumber air untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari. Lebih miris lagi sumber air satu-satunya berada di area hutan jati Pasirkelewih yang berjarak sekitar 500 meter dari kantor kecamatan.

Sekretaris Kecamatan Mande, Gagan Koswara, mengatakan, pihaknya sementara mengakali dengan membentangkan pipa kecil dari lembah hutan jati naik ke perkebunan jagung dan ditampung di sebuah toren.

Selanjutnya dua mesin pompa disimpan di kebun bambu untuk mendorong air dari lembah hutan jati. Nantinya dari perkebunan jagung air diteruskan lagi ke kantor kecamatan dengan pipa.

“Kondisi seperti ini memang sudah berlangsung sejak berdirinya kantor. Sumber air di sini sangat dalam, makanya kami setiap hari selalu mengangkut air dengan mobil, ” Katanya Kepada Radar Cianjur Kamis (04/03/2021) melalui sambungan telpon.

Gagan mengatakan, jika musim kemarau tiba maka otomatis air di lembah hutan jati tersebut kering. Maka tak ada lagi sumber air yang bisa didorong oleh pompa.

“Jarak dari lembah hutan jati ke perkebunan jagung cukup tinggi, sehingga perlu dua pompa untuk mendorong air, ” ujarnya.

Gagan menambahkan, pihaknya sudah mengajukan pengadaan fasilitas air kepada Dinas Kimrum Cianjur akan tetapi saat ini belum ada tindak lanjutnya.

“Dulu sudah ada anggaran sekitar 380 juta untuk pembangunan fasilitas air di kantor ini, namun karena covid-19 jadi dicoret, tidak jadi ” bebernya.

Gagan menambahkan, jika di kantor kecamatan mande banyak tamu terpaksa kamar mandi ditutup karena tak ada air.

“Kami biasanya mengambil air dari masjid terdekat dengan mobil dengan jarak tempuh sekitar dua kilometer dari sini, ” ucapnya.

Kantor Kecamatan Mande yang berada di Jalan Jonggol Kampung Cipejeh, Desa Mulyasari, lokasinya jauh dari permukiman warga.

“Harapannya Pemerintah Kabupaten Cianjur kembali menganggarkan untuk fasilitas pembuatan sumber air di kantor kecamatan Mande. Agar tidak terus- terusan terjadi seperti ini, ” ungkapnya. (cr1)