Pesantren Al-Furqon Dilalap Si Jago Merah

Foto : Bayu Nurmuslim/ Radar Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Kebakaran terjadi di Pesantren Al- Furqon, Kampung sumur sari RT 05 RW 08. Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur, Jum’at (05/03/2021) pada pukul 12.16 WIB.

Kebakaran tersebut bermula dari salah satu santri pria yang memasangkan terminal listrik di salah satu stop kontak listrik. Selang beberapa lama diduga terjadi korsleting antara kedua benda tersebut sehingga dengan cepat api membakar ruangan.

Api tersebut terus membesar menyebabkan ruangan dengan luas 12 x 9 meter dinding serta atap ruangannya terbakar habis.

Ditemui Radar Cianjur Kepala pondok Pesantren Al – Furqon Memet Rahmat mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika dirinya bersama santri pria melakukan sholat Jum’at, seketika pulang sudah mendapati bangunan asrama pria dengan 4 ruangan tersebut sudah luluh lantah di lalap api.

“Saya sih gak tau persis pas terjadi kebakarannya, hanya saja kejadiannya pas saya bersama santri sedang sholat Jum’at, ” katanya kepada Radar Cianjur.

Menurut Memet, kejadian terbakar nya bangun tersebut baru diketahui setelah ada laporan dari wanita yang sedang bekerja di sawah.

“Ada ibu- ibu yang teriak ada kebakaran, Keliatan sama beliau langsung buru-buru ngasih tau pengurus pondok pesantren, ” ujarnya.

Lanjutnya pemadaman dilakukan secara gotong royong bersama santri dan di bantu warga sekitar.

“Api baru bisa dipadamkan sekitar 1 jam an, kita di bantu juga sama warga, santri- santri, ada juga bhabinsa, Bhabinkamtibmas sama Retana, ” bebernya.

Kepala Desa Mekarsari, Ujang Rahmat mengatakan turut prihatin atas kejadian yang menimpa pesantren Al- Furqon dan akan segera melakukan tindak lanjut perbaikan bangunan pesantren.

“Saya turut berdukacita atas musibah yang menimpa pesantren ini, tadi sudah di sampaikan juga oleh Camat Cianjur akan berusaha membantu membangun kembali pesantren dengan anggaran yang nantinya di kumpulkan dari berbagai pihak, ” ungkapnya.

Menurut Kades kerugian yang ditimbulkan oleh musibah ini ditaksir mencapai angka puluhan juta rupiah.

“Ya, kira- kira kerugian ditaksir mencapai angka 40 juta dan mudah-mudahan cepat-cepat terealisasi pembangunan kembali pesantren ini, kami juga membuka kepada siapapun yang mau ikut menyumbang, ” pungkasnya. (cr1)