Derita Kanker Rahim, Janda Asal Cilaku Butuh Bantuan

Foto : Bayu Nurmuslim / Radar Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Nasib miris menimpa seorang janda anak 4 bernama Nurhasanah warga kampung Pasir Laja RT 03 RW 07 Desa Munjul, Kecamatan Cilaku.

Nurhasanah hanya bisa terbaring lemas tidak bisa beraktivitas layaknya ibu rumah tangga pada umumnya.

Kondisi perempuan yang berusia 39 tahun ini menghawatirkan selain hanya bisa terbaring lemas, tubuhnya yang kurus hanya dibalut tulang belulang serta tatapan mata yang kosong semakin dirasa menyayat hati.

Menurut informasi yang dihimpun janda tersebut mengidap penyakit kanker rahim semenjak 2 tahun silam dan harus segera dilakukan tindakan operasi karena adanya benjolan didalam perut.

Ditemui Radar Cianjur, Tuti (47) saudara perempuan Nurhasanah menuturkan, kondisi tersebut dialami setelah beliau mengalami keguguran.

“2 tahun silam pernah keguguran, tetapi awalnya gak ada keluhan apa-apa, yah normal aja. Tapi kesini-kesini kondisinya semakin parah, ” katanya.

Selain itu yang lebih memperhatikan kondisi yang sama juga dialami suaminya Nurhasanah. Hanya saja tak tertolong kemudian meninggal.

“Baru beberapa bulan ditinggal suaminya. Kondisinya sama kaya ini, sempet sakit kanker juga hanya saja gak bisa tertolong, ” tuturnya.

Lanjut Tuti, meski di vonis harus melakukan operasi hingga kini pihak keluarga hanya bisa melakukan pengobatan tradisional dan alternatif karena ketiadaan biaya.

“Yah udah coba, baik itu pengobatan tradisional maupun alternatif tapi belum membuahkan hasil. Harusnya kan di operasi tetapi butuh biaya yang besar, ” ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Munjul Yoyo Waluyo membenarkan informasi warganya yang mengidap penyakit kanker rahim.

” Betul , ada warga kami di kampung Pasirlaja RT 03 RW 07 menderita penyakit kanker sudah bertahun-tahun dan sampai saat ini kondisinya belum membaik, ” kata yoyo.

Menurut Yoyo, Pihaknya telah berupaya membantu warga penderita kanker rahim tersebut dengan mendatangi instansi- instansi yang berkaitan.

” Kami pihak Desa sudah berupaya mengajukan BPJS, akan tetapi secara administrasi berbelit-belit dan tidak ada tindakan. Alasannya nomor KTP yang ada di kartu keluarga salah satunya sudah di daftarkan pihak lain, ” ucap yoyo.

Kades mengaku kecewa sudah memperjuangkan warganya, akan tetapi tidak ada respon atau tindakan dari instansi yang berkaitan.

“Saya juga sudah ke Dinas kesehatan Kabupaten Cianjur untuk mengupayakan agar ada tindakan operasi, akan tetapi hingga saat ini belum ada tindakan . Kecewa sekali, karena ini kan sifatnya kan Urgent ( Red : darurat), menyangkut nyawa manusia, ” ungkapnya.

Kades berharap segera ada upaya dari pemerintah untuk menolong warganya agar dapat segera di tangani.

“Pengen segera ada tindakan dari pemerintah, karena baik yang bersangkutan atau keluarganya memang tidak ada biaya untuk operasi, ” tutupnya. (cr1)