Mak Ukah, Janda di Cilaku 7 Tahun Perut Membesar Idap Penyakit Tumor Kista

Foto : Bayu Nurmuslim / Radar Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Seorang perempuan paruh baya Mak Ukah (54) di kampung Soreang RT 01 RW 07, Desa Munjul, Kecamatan Cilaku mengalami nasib memilukan.

Diketahui perempuan tersebut mengalami gejala perut membesar melebihi ukuran normal perut pada umumnya.

Menurut informasi yang dihimpun janda anak 4 tersebut diduga menderita penyakit tumor kista dan sampai saat ini hanya mengandalkan pengobatan herbal.

Ditemui Radar Cianjur, Mak Ukah mengatakan penyakit tersebut sudah dialami selama 7 tahun dan belum pernah dilakukan upaya pemeriksaan secara alternatif.

“Belum pernah sih diperiksa ke dokter, kalau kerasa sakit pun paling saya minum air kunyit, jahe biar mendingan,” Katanya kepada Radar Cianjur, Senin (08/03/2021).

Menurut Ukah penyakit tersebut membuat dirinya tidak bisa beraktivitas secara normal layaknya ibu rumah tangga pada umumnya.

“Yah kerasa aja beban perut berat, kadang- kadang sesak nafas trus jalan juga susah. Sehari-hari pekerjaan apapun di kerjain sama anak apa lagi yang berat- berat, ” Tuturnya.

Lanjutnya, selain menderita penyakit tersebut, Ukah hanya sehari-hari mengandalkan penghasilan menantu laki-lakinya serta pemberian anak-anaknya yang rutin namun berjumlah kecil.

“Yah sehari-hari ngandel in penghasilan menantu laki-laki cuma gak menentu soalnya kerja serabutan, paling anak-anak juga suka ngasih cuma gak banyak, ” Ucap Ukah.

Sambung Mak Ukah sudah ada upaya dilakukan keluarganya untuk mengurus BPJS agar dapat dilakukan tindakan operasi, namun BPJS tersebut sudah menunggak 7 tahun.

“Tadinya udah upaya juga pake BPJS anak , cuma udah 7 tahun nunggak. Pas daftar lagi malah di blokir, ” Bebernya.

Terpisah, Kepala Desa Munjul Yoyo Waluyo, membenarkan keadaan yang di alami warganya yang bernama Ukah.

“Memang betul informasi tersebut, Mak Ukah warga kampung Soreang RT 01 RW 07 diduga mengalami sakit tumor kista, ” Ungkapnya.

Menurut Kades, sudah ada upaya dari pihaknya untuk membantu meringankan beban keluarga tersebut.

“Kemarin sempet laporan ke pihak Dinas Sosial, Dinas kesehatan Kabupaten Cianjur tapi belum ada tindak lanjut hingga kini, ” Tuturnya.

Kades menambahkan Ma Ukah sebelumnya sering mendapatkan bantuan uang tunai satu bulan sekali via kantor pos akan tetapi bantuan tersebut kini di hentikan.

“Kan sekarang registrasi baru lagi lewat online, ketika di ajukan lagi Nomor induk kependudukan ( NIK ) Mak Ukah sudah di cabut . jadi tidak mendapatkan bantuan lagi, ” Tandasnya. (cr1)