Tiongkok Serius Bantu Indonesia jadi Pusat Produksi Vaksin Covid-19

RADARCIANJUR.com-Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, menyatakan keseriusannya bahwa Tiongkok siap membantu Indonesia sebagai pusat produksi vaksin Covid-19 di kawasan Asia Tenggara. Tiongkok dan ASEAN telah membangun hubungan strategis dan menjadi mitra dialog selama 30 tahun.

“Tiongkok sudah mengirimkan vaksin Covid-19 kepada negara-negara ASEAN dan membantu Indonesia menjadi pusat vaksin yang bisa memenuhi kebutuhan negara-negara ASEAN,” kata Wang Yi dalam jumpa pers yang digelar di sela-sela Sidang Parlemen Tiongkok di Beijing, Minggu (7/3).

“Konfusius berkata, pada usia 30 tahun seseorang sudah bisa hidup mandiri. Setelah 30 tahun, Tiongkok-ASEAN telah membangun konsep bersama tentang solidaritas, saling membantu, dan perlakuan setara untuk mencapai tujuan dan visi bersama menghadapi masa depan yang lebih cerah,” kata Wang yang juga anggota Dewan Negara tersebut menanggapi pertanyaan Antara.

Wang menyebutkan pada tahun lalu, Presiden Xi Jinping untuk pertama kalinya menghadiri Tiongkok-ASEAN Expo dilanjutkan oleh Perdana Menteri Li Keqiang menghadiri pertemuan para pemimpin Tiongkok-ASEAN.

“Ini menunjukkan bahwa Tiongkok sangat mementingkan kerja sama Tiongkok-ASEAN dan mendukung posisi sentral ASEAN. Oleh sebab itu, kami bersedia bekerja sama membangun masa depan yang lebih baik hingga 30 tahun mendatang,” ujarnya.

Untuk pertama kalinya ASEAN telah menjadi mitra dagang terbesar Tiongkok pada tahun lalu sekaligus mengungguli posisi Uni Eropa dan Amerika Serikat.

“Kami akan mempererat kerja sama dengan ASEAN yang saling menguntungkan lagi. Pola pembangunan baru akan disesuaikan dengan Kerangka Kerja Pemulihan Ekonomi Komperehensif ASEAN agar implementasi RCEP (Kemitraan Ekonomi Komperehensif Regional) lebih efektif lagi,” kata Wang.

Dalam jumpa pers ratusan awak media domestik dan asing dengan menggunakan video streaming di Media Center Tiongkok itu, Wang juga menyinggung isu Laut China Selatan.

“Kami akan memperkuat kerja sama dengan ASEAN untuk mengatasi hambatan-hambatan dan mempercepat konsultasi Kode Etik Laut China Selatan, secara aktif melaksanakan kerja sama maritim demi terpeliharanya perdamaian dan stabilitas kawasan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sidang Parlemen Tiongkok yang terdiri dari dua sesi, yakni Majelis Permusyawaratan Politik dan Kongres Rakyat Nasional, masing-masing dibuka pada Kamis (4/3) dan Jumat (5/3) di Balai Agung Rakyat, Beijing. Sidang tahunan itu melibatkan 2.953 orang anggota parlemen dari Partai Komunis Tiongkok dan perwakilan nonpartai.(jpc)