Fenomena Pohon Pisang Aneh di Desa Sukamaju, Ini Kata Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur

Pohon pisang berbuah tak wajar ditemukan di salah satu kebun milik warga kampung Babakan Bandung, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibeber. Foto : Bayu Nurmuslim / Radar Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Beberapa hari yang lalu di Kampung Babakan Bandung RT 01 RW 04, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibeber dikejutkan dengan penemuan pohon pisan aneh yang tumbuh di salah satu kebun warga dan tak luput menjadi tontonan warga setempat.

Pohon pisang tersebut berbuah tidak di bagian atas sebagaimana pohon pisang pada umumnya. Sedangkan pada bagian batang tepat dipangkal batang daun, ukuran diameternya lebih besar dibanding bagian batang lainnya. Termasuk bagian pangkal pohon sekalipun.

Sementara, sebagian kulit batang pohon terbuka hingga menampakkan dua tandan buah pisang yang masih cukup muda.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur melalui staff penyuluhannya, Ayi Setiawan turut memberikan tanggapan tentang fenomena Pohon pisang tersebut.

“Yah, kami sudah dengar informasinya bahwa di daerah Kecamatan Cibeber tepatnya di kampung Babakan Bandung, Desa Sukamaju ada pohon pisang berbuah di tengah batangnya, ” katanya kepada Radar Cianjur , Selasa (09/03/2021).

Menurut Ayi, dari sisi ilmiah hal tersebut dapat disebut sebagai kelaianan genetik dan dapat terjadi di segala macam jenis tumbuhan.

“Buah pisang berbuah di batang memang memungkinkan. Kasus tersebut bisa saja terjadi di dunia dengan persentase kasus 10.000 banding 1, ketidak normalan pertumbuhan,” tuturnya.

Lanjutnya, Pihaknya menduga Pohon Pisang tersebut menjadi seperti itu karena jantung pisang tersebut sudah terbentuk, hanya saja keluar dari batangnya. Akibatnya, posisi bunga terdapat di dalam, sehingga terjadi pembuahan hingga terbentuk tubuh buah pisang.

“Terdapat diferensiasi organ seksual yang tidak sempurna, sehingga pertumbuhannya tidak normal, keluar sebagai jantung pisang, ” ungkapnya.

Selain itu, Penyebab kelainan tersebut akibat dari faktor alam dan diluar jangkauan teknik budidaya bias tanaman.

“Kelainan pada tumbuhan tidak bisa di cegah atau mengharap kan untuk tumbuh diluar normal juga tidak bisa, ” ujarnya.

Sambungnya, Ayi meminta agar masyarakat tidak mengaitkan fenomena Pohon pisang aneh tersebut dengan hal mistis.

“Jangan juga dikaitkan dengan hal-hal gaib. Ini kan bisa dijelaskan secara sisi ilmiah,” tutupnya. (cr1)