Lagi, Dua Santri di Ponpes Cianjur Alami Kekerasan

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Kasus kekerasan di dunia pendidikan kembali terjadi. Dua santri di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Cianjur mengalami luka lebam pada bagian punggung dan paha. Kedua korban yang masih di bawah umur ternyata mendapatkan kekerasan dari gurunya.

Tindak kekerasan tersebut terjadi beberapa hari yang lalu, saat itu korban akan keluar pondok untuk membeli keperluan di toko swalayan. Saat akan pergi, korban dipanggil. Pemanggilan tersebut bukan karena kesalahannya, akan terapi salah satu temannya telah membuat kesalahan dan dirinya pun harus ikut menghadap guru tersebut. Hingga akhirnya keduanya mendapatkan hukuman berupa kekerasan fisik diduga dipukul benda tumpul.

Pasca pemukulan tersebut, korban dan temannya mengalami luka memar hingga akhirnya kabur dari pondok. Akan tetapi, karena terbatas ongkos, keduanya hanya sanggup hingga seputaran Cipanas.

Adis Abeba (49), ibu korban, mengaku awalnya mendapatkan informasi jika anaknya kabur dari pondok pesantren. Setelah mencari, anaknya sudah diamankan oleh seseorang di dekat RSUD Cimacan.

Ia pun kaget mendapati anaknya ternyata kabur lantaran mendapat tindak kekerasan hingga punggung dan pahanya lebam.

“Dapat infonya anak saya kabur, tapi ternyata kaburnya karena dapat tindak kekerasan. Sedih saya begitu lihat banyak bekas luka di punggung hingga pahanya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dari pengakuan anaknya, tindak kekerasan tersebut bukan hanya terjadi kali ini, jika ada yang melakukan kesalahan para santri termasuk anaknya kerap dihukum secara berlebihan hingga mendapat tindak kekerasan tersebut.

“Anak saya dititipkan di sana untuk belajar, menimba ilmu agama. Tapi malah diperlakukan seperti ini,” ungkapnya.

“Sudah lapor dari subuh. Sudah divisum juga. Saya minta pelaku dihukum supaya jera,” sambungnya.

Di sisi kain, HS, korban mengaku dirinya dihukum dengan cara dipukuli menggunakan kabel oleh oknum guru di ponpes yang berada di kawasan Kecamatan Cugenang tersebut.

“Dipukul pakai kabel. Teman saya yang buat kesalahan tapi saya juga kena hukum,” paparnya.

Ia mengaku masih merasakan sakit setiap kali berjalan, akibat luka lebam di pahanya.

“Kalau punggung terasa perih, tapi yang masih sering terasa yang di kaki,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Moch Rifai mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan resmi dari korban dan ibunya. Polisi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan tindak kekerasan oleh oknum guru di salah satu pondok pesantren di Cianjur.

“Kita akan lakukan penyelidikan lebih lanjut, mengingat korban mengalami luka cukup parah di sekujur tubuhnya,” tutupnya. (kim)