Pemdes Munjul Gotong Royong Bangun Rumah Janda tak Layak Huni

Pembangunan Rumah tidak layak huni milik janda anak satu Titoh (60) dilakukan secara swadaya gotong royong, kolaborasi pemerintah Desa dengan masyarakat sekitar.

RADARCIANJUR.com – Pemerintah Desa Munjul Kecamatan Cilaku menjadi penggagas dalam melakukan giat pembangunan rumah tidak layak huni (RUTILAHU) di Kampung Munjul RT 02 RW 01, Selasa (09/03/2021).

Acara tersebut dilakukan secara swadaya dan gotong royong melibatkan staff Desa, Karang Taruna, DKM Masjid Jami Baturrohman, serta masyarakat sekitar.

Menurut data yang dihimpun rumah tersebut milik salah seorang janda, Titoh (60) yang sehari-hari hanya mengandalkan penghasilan dari anaknya yang berprofesi sebagai kuli serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu untuk setiap harinya.

Rumah dengan ukuran 3×6 meter tersebut awalnya nampak memprihatikan dengan kondisi atap bocor, tembok yang nyaris lapuk di makan usia serta pintu dan jendela pun sudah keropos dimakan rayap.

Selain itu yang lebih memperhatikan jika hujan turun dan angin kencang Titoh dan anaknya tidak bisa tidur nyenyak. Bahkan jika kondisi tidak memungkinkan terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya yang tak jauh dari rumah.

Kepala Desa Munjul, Yoyo Kusworo mengatakan, pembangunan rumah tersebut merupakan hasil dari musyawarah yang dilakukan pemerintah Desa bersama Masyarakat.

” Setelah dilakukan musyawarah akhirnya kita lakukan pembangunan ulang rumah ibu Titoh. Dengan dana hasil sumbangan masyarakat (udunan), serta ada dana hasil Karang taruna sebesar 1,5 juta, ” katanya kepada Radar Cianjur.

Menurut Kades, sebelumnya pihak Desa sudah sering mendaftarkan untuk program Rutilahu yang di adakan pemerintah.

” Kita udah coba daftarkan ke program Rutilahu baik yang diadakan Pemerintah daerah, provinsi ataupun kementerian. Tapi gak ada satupun yang tembus pengajuan nya, ” ujarnya.

Sementara itu ditemui Radar Cianjur, Titoh pemilik rumah mengaku senang rumahnya kini telah di perbaiki.

” Alhamdulillah, senang sekali rumah akhirnya di perbaiki. Saya sih gak minta bagus- bagus yang penting kalau ujan sama angin kita ngerasa nyaman aman tinggal di sini, ” kata Titoh. (cr1)