Tes Covid-19 Masif, Ampuh Turunkan Angka Kematian dan Positivity Rate

RADARCIANJUR.com-Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengakui masalah 3 T yakni testing, tracing dan treatment masih menjadi hambatan pemerintah selama 1 tahun Covid-19 masuk ke tanah air. Sebab selama ini jumlah tes dirasa fluktuasi. Sehingga belum bisa mencapai target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan angka positivity rate di bawah 5 persen.

Dalam dialog di Rakornas Penanggulangan Bencana, Selasa (9/3), menurut Dante peningkatan kasus selama satu tahun Covid-19, adalah ketika sudah masuk pada satu liburan tertentu yang agak panjang. Dari peningkatan pergerakan masyarakat akibat liburan tersebut akan memberikan kontribusi terhadap penularan, dan hal ini yang menjadi masalah.

Ada dua hal masalah dan hambatan. Pertama adalah protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun masih abai. Sehingga kita lihat bahwa masih banyak masyarakat tidak menggunakan protokol kesehatan sebagaimana mestinya. Kemudian yang kedua adalah hambatan di tingkat pemerintah yakni 3T.

“Maka pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk 3T. Sekarang tercatat sudah kira-kira 637 laboratorium di seluruh Indonesia yang dapat melakukan konfirmasi positif kasus dengan PCR lab,” jelas Dante.

Setelah itu prosesnya adalah proses tracing. Proses tracing ini, kata Dante, masih menjadi PR besar sebab belum mendapatkan rasio yang direkomendasikan oleh WHO yaitu sekitar 1 sampai 30 tracing.

“Tentu dengan tracing yang lebih baik yang sedang kita lakukan penguatannya. Positivity rate kasusnya pasti akan meningkat. Karena kita mencari kasus yang sebelumnya tidak mempunyai gejala, yang sebelumnya tidak datang ke fasilitas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan. Tetapi dengan melakukan ekspansi dengan menggunakan proses tracing tersebut kita akan harapkan fatality rate-nya (angka kematian) turun,” kata Dante.

“Kenapa fatality rate-nya (angka kematian) turun, karena pasien diketahui dalam stadium yang lebih dini. Kenapa stadium yang lebih dini lebih bagus, karena pasien akan datang ke rumah sakit dalam stadium yang dapat diobati dan mencegah terjadinya kematian,” tambahnya.

Dante membenarkan bahwa tes masif maka akan bersiap membuat angka kasus akan meningkat. Tes masif juga akan membuat angka kematian menurun karena pasien terdeteksi dini. “Betul (dengan tes kasus meningkat) tapi fatality rate-nya (kematian) akan menurun,” katanya.(jpc)