Anggota Intel Disebut Intimidasi Kader Demokrat, Ini Respons Polri

RADARCIANJUR.com-Setelah Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat terselenggara di Deli Serdang, Sumatera Utara, kabar tidak sedap menerpa jajaran kepolisian. Petugas dari unit intel dikabarkan melakukan intimidasi kepada pengurus daerah Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, informasi tersebut akan didalami. Jika ditemukan pelanggaran, maka anggota Polri akan ditindak secara tegas.

“Kami cek dulu kebenarannya. Kalau anggota salah, kami tindak,” kata Argo kepada wartawan, Rabu (10/3).

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu menyampaikan, anggota Polri tidak boleh berpolitik praktis. Sehingga tidak boleh terlibat atau dilibatkan dalam urusan internal partai Demokrat.

“Polri tidak berpolitik sehingga jangan diseret ke ranah politik. Tugas pokok Polri memelihara kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat, Red),” tegas Argo.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman menduga ada intimidasi kepada kader Partai Demokrat. Intimidasi ini berupa pemaksaan memberikan nama-nama pengurus partai.

Para pengurus Demokrat tingkat Kabupaten dan Kota kini resah. Mereka diancam intel-intel Polres untuk menyerahkan nama-nama pengurus inti partai, katanya atas perintah Kapolres,” tulis Benny melalui akun Twitter @BennyharmanID.

Intimidasi juga dikabarkan berupa ajakan agar kader Partai Demokrat di daerah mendukung hasil KLB Deli Serdang. Jika tidak mendukung, maka keselamatannya akan terancam.(jpc)