Divonis 3,5 Tahun Penjara, Brigjen Prasetijo: Saya Terima Yang Mulia

RADARCIANJUR.com-Mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bareskrim Polri, Brigjen Prasetijo Utomo divonis tiga tahun dan enam bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dia juga dijatuhkan hukuman denda Rp 100 juta subsider enam bulan penjara.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Brigjen Pol Prasetijo Utomo terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama tiga tahun dan enam bulan pidana dengan denda Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan,” kata Ketua Majelis Hakim, Muhammad Damis membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (10/3).

Majelis Hakim meyakini, Brigjen Prasetijo Utomo terbukti secara sah bersalah menerima uang suap sebesar USD 100.000. Uang suap itu diterima dari pengusaha Tommy Sumardi untuk menghapus nama Djoko Tjandra dari daftar pencarian orang (DPO).

Dalam menjatuhkan amar putusan, majelis hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan. Untuk hal yang memberatkan, Prasetijo dinilai tidak mendukung upaya pemerintah dalam meberantas tindak pidana korupsi dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Sementara itu untuk yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, terdakwa mengabdi sebagai anggota Polri selama 30 tahun dan terdakwa masih mempunyai tanggungan keluarga.”Mengakui menerima uang meski hanya USD 20 ribu,” ujar Hakim Damis.

Prasetijo divonis melanggar Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Vonis terhadap Prasetijo lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Prasetijo hukuman dua tahun dan enam bulan penjara. Prasetijo juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp 100 juta subsidair enam bulan kurungan.

Mendengar vonis hakim, Prasetijo secara tegas menerima hukuman tersebut. Tetapi dia diberikan waktu selama tujuh hari untuk berpiki-pikir vonis hakim tersebut. “Saya terima yang mulia,” pungkas Prasetijo.(jpc)