Satgas Citarum Harum Temukan Sampah Plastik Hingga Bangkai Hewan

Foto : Dokumentasi for Radar Cianjur.

RADARCIANJUR.com -Permasalahan sampah hampir selalu dialami setiap daerah. Baik itu di kabupaten atau kota metropolitan sekalipun. Ditambah tingkat kesadaran masyarakat yang rendah, dan seenaknya membuang sampah ke sungai, membuat kondisi makin kompleks.

Sungai Citarum salah satunya yang menjadi ‘korban’. Aliran sungai yang membentang 269 kilometer dari Situ Cisanti, Kertasari, Bandung, sampai ke Muara Gombong, Bekasi, itu juga tak luput dari tumpukan sampah.

Mau tidak mau, upaya lebih harus dilakukan. Salah satunya dengan monitoring yang dilakukan Satgas Citarum Harum Sektor 12 Sub 5 Ciranjang.

Kali ini, monitoring yang dipimpin ketua tim Serka Sirojudin dilakukan dengan menyisir aliran kali bantaran Sungai Citarum di Kampung Cibogo RT 01, 02 dan 03 RW 17, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang.

Hasil monitoring mendapati beragam jenis sampah yang didominasi limbah rumah tangga. Hal ini menandakan masih banyaknya masyarakat yang sengaja membuang sampah ke sungai atau aliran air.

“Hasil yang kami dapatkan di lapangan memang masyarakat masih cenderung membuang sampah ke kali ini,” ujarnya kepada Radar Cianjur, Selasa (9/3).

Dari sekian sampah rumah tangga, sampah plastik menjadi yang paling banyak ditemukan. Selain berpotensi memicu banjir, sampah plastik juga tak bisa diurai secara proses alami.

“Karena sampah plastik ini menyumbat aliran air. Akhirnya memicu banjir,” terangnya.

Tidak hanya sampah plastik atau limbah rumah tangga, tak jarang pula pihaknya menemukan bangka-bangkai hewan di aliran sungai tersebut.

“Miris sekali melihatnya. Banyak, misalnya bangkai ayam atau kucing. Ini kan kalau sudah membusuk, berbelatung, bisa menyebabkan sungai menjadi tidak sehat. Akhirnya menyebabkan penyakit ke manusia yang di sekitar aliran sungai,” terangnya.

Sayangnya, sampai saat ini, masih belum ada solusi dari pemerintah agar bisa mencegah atau minimal mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai atau aliran air.

“Harusnya lebih sering sosialisasi juga dari pemerintah terkait permasalahan sampah. Bagaimana solusinya agar masyarakat tidak membuang sampah ke bantaran kali Citarum,” harap Sirojudin.

Sementara Fajar (25), warga Kampung Cibogo, mengaku bingung ketika hendak membuang sampah. Pasalnya, tidak ada fasilitas khusus yang disediakan dan cukup memadai untuk menampung sampah-sampah tersebut.

“Akhirnya masyarakat juga kebanyakan buang sampah ke sungai, karena tidak ada tempat pembuangan sampah yang memadai,” ungkapnya.

Fajar berharap, ada keseriusan pemerintah agar menyediakan fasilitas penampungan sampah yang layak. Sehingga, sampah-sampah tersebut bisa ditampung sementara untuk kemudian diangkut ke tempat penampungan sampah.

Cara ini, yakni Fajar, bisa mengurangi kebiasaan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terlebih di aliran air atau langsung ke sungai.

“Kan enak tuh masyarakat kalau buang sampah ada fasilitas penampungannya. Jadi masyarakat juga diedukasi, disediakan tempat sampahnya. Kalau enggak ada, sulit menghilangkan kebiasaan buruk itu,” tandasnya.(cr1)