Bukan Aspal Bekas, Limbah B3 Dibuang Sembarangan di Cianjur Ternyata Dari Majalaya

TECIDUK: Truk bernopol D 9866 UB membuang bekas aspal sembarangan di Jalan Lingkar Timur. (Foto Istimewa)

RADARCIANJUR.com- Beberapa waktu lalu, pembuangan limbah yang dilakukan oleh sejumlah orang di Jalan Veteran atau Jalur Lingkar Timur akhirnya terungkap.

Ternyata, beberapa karung yang dibuang oleh sejumlah orang tersebut bukan asplas bekas. Melainkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Bukan hanya di JLT saja, namun pembuangan limbah B3 pernah terjadi di Cikalong kulon.

Dari hasil penelusuran, limbah ternyata bukan dari Kabupaten Cianjur, melainkan dari salah satu pabrik tekstil yang berlokasi di kabupaten tetangga yakni di Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung. Kejadian tersebut tentu membuat geram Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur.

DLH tentunya tidak tinggal diam. Atas kejadian tersebut, pihak dinas pun menempuh jalur hukum atas temuan limbah berbahaya yang dibuang secara sembarangan di Kabupaten Cianjur.

Kepala Dinas lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Yudi Pratidi mengatakan, pembuangan limbah sering terjadi dan dilakukan di beberapa tempat di wilayah Cianjur.

“Di daerah Cikalong juga pernah ada temuan di sana,” ujarnya.

Yudi bahkan mengaku pernah mendapati sendiri limbah yang dibuang sembarangan di wilayah tersebut.

Kejadian atas terciduknya pembuang limbah tersebut sempat diterka-terka. Informasi sempat mengira kotoran sapi dan bahkan aspal bekas.

“Awalnya dikira kotoran sapi, ada juga yang mengiranya aspal. Padahal, setelah dibuka ternyata (limbah) B3,” ungkapnya.

Pihaknya pun akan bertindak tegas terhadap para pihak yang terlibat dan kedapatan membuang limbah sembarangan.

Pasalnya, limbah-limbah tersebut mengandung zat berbahaya, sehingga bisa mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat.

Ketiga pelaku merupakan sopir truk dan dua orang kernet.

Kepala Seksi Penindakan Hukum DLH Cianjur, Didin Solihin menyebutkan, limbah IPAL (instalasi pengolahan air limbah) tersebut merupakan milik salah satu pabrik tekstil di daerah Majalaya, Bandung.

Pihaknya menyita 16 karung berisi limbah dari tangan pelaku. Kasus itu pun telah dilaporkan ke Polda Jawa Barat. (kim)