Buntut Banyaknya Lalat di Desa Panyusuhan, Warga Unjuk Rasa ke Perusahaan Peternak Telur

Aksi unjuk rasa kepada PT KINWANG yang kemudian berubah menjadi mediasi yang dilakukan warga Desa Panyusuhan. Foto : Bayu Nurmuslim/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sejumlah masyarakat Desa Panyusuhan mengeluhkan banyaknya lalat yang masuk kerumah diduga akibat dari perusahaan peternakan ayam petelur PT KINWANG yang berada di Kampung Pasir Gentong RT 02 RW 03 Desa Panyusuhan, Kecamatan Sukaluyu.

Menurut informasi yang dihimpun, lalat yang disebabkan dari PT KINWANG tersebut dirasakan hampir seluruh masyarakat di Desa tersebut, Namun dari empat ke RW- an , yang terdampak parah dirasakan masyarakat yang berada di sejumlah 15 ke RT- an.

Ditemui Radar Cianjur, Komar (47) salah seorang tokoh masyarakat mengatakan, warga sangat terganggu dengan banyaknya lalat yang disebabkan Peternakan Petelur PT KINWANG. Sehingga dirinya bersama perwakilan masyarakat lainnya melakukan aksi unjuk rasa.

“Kami perwakilan masyarakat dengan jumlah kurang lebih 50 orang mendatangi perusahaan. Yah, tujuan kami hanya meminta agar perusahaan melakukan penyemprotan lalat di wilayah kami, ” katanya.

Komar menjelaskan, sebelum melakukan aksi masyarakat sempat berkomunikasi dengan pihak perusahaan, akan tetapi tidak ada tanggapan.

“Kami sempat utarakan, ngomong ke pihak perusahaan agar melakukan penyemprotan pengusir lalat tapi pihak perusahaan tidak ada tindakan, cuek-cuek aja,” ungkapnya.

Komar berujar jika pihak perusahaan tidak mengidahkan kemauan warga maka pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa kembali .

“Karena hari ini unjuk rasa kami dirasa tidak ada titik temu antara pihak perusahaan dan masyarakat, maka kami akan melakukan unjuk rasa kembali hari senin, ” katanya.

Terpisah, Kapolsek Sukaluyu, AKP Anaga Budiharso, membenarkan aksi unjuk rasa warga Desa Panyusuhan yang mendatangi perusahaan PT KINWANG yang memprotes perusahaan karena belum ada tindakan penyemprotan untuk membasmi lalat yang dirasa meresahkan masyarakat Desa Panyusuhan.

“Agar tidak ada terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, kami sudah memfasilitasi melakukan mediasi antara warga dengan pihak PT KINWANG agar duduk bersama menyelesaikan permasalahannya di Aula Kantor Desa Panyusuhan, ” Kata Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, awalnya warga mempermasalahkan lalat yang diakibatkan perusahaan tersebut. Namun, saat dimediasikan warga meminta tiga poin yang harus dipenuhi. Ketiga poin tersebut, diantaranya, melakukan penyemprotan pengusir lalat, poin kedua meminta agar ada uang kompensasi ke setiap RT yang terdampak sebesar Rp 200 ribu dan kenaikan upah pekerja.

“Pihak perusahaan hari ini belum bisa memenuhi tiga poin itu, akan tetapi untuk poin pertama akan segera di realisasikan dan rencananya besok Sabtu (12/3/2021) mulai dilakukan penyemprotan untuk membasmi lalat-lalat yang kerap meresahkan warga, ” Terangnya.

Lanjut Kapolsek, Pihak perusahaan meminta waktu untuk merealisasikan dua poin lainnya . Karena harus melakukan rapat internal bersama para pimpinan perusahaan.

” Akan terus kami pantau. Agar kedua belah pihak sama- sama si untungkan. Jangan sampai ada aksi atau kegiatan yang berpotensi menyebabkan kerusuhan, ” Tandasnya. (cr1)