Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Batulawang Masih Berharap Relokasi

PENGUNGSI: Sejumlah warga yang terpaksa mengungsi akibat bencana pergerakan tanah di Desa Batulawang. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sebulan lamanya warga di Kampung Sindanglangu, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas masih bertahan tak jauh dari lokasi pergeseran tanah yang hampir setiap hari mengancam jiwanya.

Salah seorang warga terdampak pergerakan tanah, Fahru (50) mengaku, hingga saat ini dirinya bersama keluarga lain berharap segera ada relokasi dari tempat yang sekarang rawan bencana itu.

Bahkan, ia mengungkapkan, pergeseran tanah pada 2017 silam, menyisakan kisah rumahnya yang telah ditelan bumi saat ini.

“Rumah saya paling pertama yang terdampak dari pergeseran tanah waktu itu, dan kini rumah saya sudah abis ditelan bumi,” kata Fahru, Kamis (11/3/2021).

Fahru mengatakan, saat ini dirinya terpaksa harus tinggal menumpang di rumah tetangganya, karena sang pemilik rumah yang ia tempati itu sudah lama tinggal di sekitaran Lapang desa, KUD.

“Meski saya sudah menempati rumah tetangga, bukan berarti saya tidak pernah bebenah. Bahkan saya sudah empat kali memindahkan atau meninggikan bak mandi di dapur, karena terus saja bergeser ke bawah (amblas),” katanya.

Fahru mengaku senang pada saat dirinya mendengarkan rekaman suara Plt Bupati tentang relokasi yang dijanjikannya.

“Mudah-mudahan saja benar, dan tidak memakan waktu lama untuk mengurusi segala perijinan lahan untuk relokasi warga,” ungkapnya.

Selain itu Fahru mengatakan, jika memang Pemkab Cianjur akan merelokasi warga yang terdampak pergerakan tanah. Dirinya sangat berharap bisa ditempatkan di tempat yang lebih aman seperti di perbatasan Batulawang dengan Arca.

“Saya sih berharap relokasi lahan di perbatasan Batulawang dengan Arca atau perbatasan dengan Kabupaten Bogor, karena selain lahan yang masih luas juga tekstur lahannya rata,” harap Fahru.

Sementara itu warga lainnya Cecep yang juga pemilik bengkel di Kampung Sindanglangu mengaku sudah sangat resah.

“Sebenarnya kalau mengikuti cemas, tentu saja saya sangat cemas. Mau bagaimana lagi, tidak ada lagi tempat,” ujarnya.

Cecep hanya bisa pasrah sambil menunggu datang kabar baik dari pihak-pihak terkait yang akan merelokasinya.

“Semoga saja relokasi ini segera datang, kalaupun tidak, ya bertahan disini,” jelasnya. (dan)