Muncul Aliran Sesat Hakekok, Ini Kata MUI Cianjur

Ketua MUI Kabupaten Cianjur KH Aang Abdul Rouf
Ketua MUI Kabupaten Cianjur, KH Aang Abdul Rouf

RADARCIANJUR.com – Aliran sesat acap kali menimbulkan permasalahan dan kerap menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, tokoh agama maupun pemuka agama.

Untuk mencegah aliran sesat yang merusak akidah keyakinan dalam beragama sudah sering dilakukan sosialisasi serta pembinaan kepada masyarakat oleh para pemuka agama.

Seperti halnya di Kabupaten Cianjur, Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kabupaten sering menerima laporan tentang adanya keyakinan yang menyimpang dari ajaran agama Islam.

Terbaru, Polres Pandeglang dan Polsek Cigeulis menangkap 16 orang diduga penganut aliran sesat Hakekok di di Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Ketua MUI Kabupaten Cianjur, KH Abdul Rouf turut menyesalkan, para pelaku yang kerap menyimpang secara akidah dari ajaran agama Islam.

“Yah, memang aliran sesat itu sudah tak asing dari dulu pun sudah ada. Sangat disayangkan ada masyarakat yang tergiur untuk bergabung pada ajaran yang menyimpang tersebut, ” katanya kepada Radar Cianjur, Sabtu (13/03/2021) melalui sambungan telpon.

Menurutnya, untuk mencegah berkembangnya aliran sesat tak hanya dilakukan oleh pemuka agama, akan tetapi peran serta masyarakat juga sangat penting untuk membendung tumbuh kembangnya.

“Peran masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam membendung meluasnya aliran sesat atau faham yang menyimpang dari agama. Masyarakat bisa melaporkan apabila menemukan hal tersebut kepada MUI Desa atau Kecamatan, ” ujarnya.

Selain itu, Menurut KH Abdul Rouf masyarakat yang memang sudah tergabung dalam aliran sesat dapat di bina sehingga kembali ke ajaran yang benar.

” Kalau ada masyarakat yang pernah atau sempat ikut aliran sesat cepat-cepat bertobat. Nanti MUI kabupaten Cianjur bisa bantu dengan proses pembinaan agar kembali memeluk ajaran sesuai syariat Islam, ” terangnya.

Selain itu, menurut KH Abdul Rouf pelaku penyebar aliran sesat biasanya mempunyai modus dengan berbagai cara agar masyarakat mau diajak bergabung.

” Masyarakat harus hati-hati juga bila ada seseorang mengiming-imingi apapun dengan syarat bergabung ke ajarannya, ” ungkapnya. (cr1)