Berselisih dengan Keluarga, Kakek Sukiran Gantung Diri di Pohon Kopi

RADARCIANJUR.com-Malang nian nasib Sukiran, warga Dusun Krajan, Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan. Gara-gara berselisih dengan anggota keluarganya, dia memilih jalan pintas bunuh diri sebagai jalan penyelesainnya.

Sukiran ditemukan tewas dengan cara gantung diri di pohon kopi kemarin (14/3). Ketua SAR Bhayangkara Polres Malang Djoko Santoso mengatakan, kakek berusia 65 tahun itu ditemukan tewas di kebun kopi yang berjarak 100 meter dari belakang rumahnya.

Djoko menjelaskan, kronologi peristiwa tersebut bermula pada Sabtu pagi (13/3). Saat itu pria kelahiran 1 Januari 1956 tersebut pergi meninggalkan rumahnya pada pagi hari dan sempat kembali pulang sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, sekitar pukul 12.00 WIB pria tersebut kembali meninggalkan rumah tanpa berpamitan kepada keluarganya. ”Pihak keluarga mengira mungkin dia pergi ke sawah seperti biasanya dengan membawa sebuah kaleng,” terang Djoko dikutip dar Radar Malang.

Selanjutnya, pihak keluarga pun menyadari jika pria ini tak kunjung pulang dan mulai melakukan pencarian bersama warga mulai pukul 18.00 WIB. Karena tidak menemukan petunjuk, tim SAR Bhayangkara Polres Malang pun ikut turun melakukan pencarian di sekitar sawah dan kebun kopi yang diduga menjadi tempat perginya kakek tua ini. ”Pukul 24.00 WIB kami lakukan penyisiran dan sampai 02.30 WIB hasilnya tetap nihil,” bebernya.

Keesokan harinya, sekitar pukul 06.30 WIB tim tersebut kembali melakukan penyisiran di lokasi yang sama. Di saat itu juga kakek tersebut ditemukan dalam kondisi gantung diri di pohon kopi dengan ketinggian kurang lebih satu setengah meter. ”Lokasi tempat dia gantung diri itu sempat kami sisir dan tidak ada korban di situ. Kemungkinan korban gantung diri sekitar pukul 04.00 WIB dini hari,” bebernya.

Saat ditemukan, Djoko memastikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh korban. ”(Korban) murni gantung diri dengan menggunakan tali bewarna biru seukuran dua mili,” jelasnya. Permasalahan dengan keluarga serta keluhan sakit di bagian perut diduga kuat menjadi penyebab Sukiran mengambil jalan pintas. Tanpa diotopsi, jenazah Sukiran langsung dimakamkan oleh pihak keluarga.(jpc)